Dihadiri sejumlah pimpinan Daerah, Kabela Fest Boltim dipastikan jadi agenda tahunan

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto saat menyampaikan sambutan. (Aksaranews.com/Riswan Hulalata)

Boltim, aksaranews.com Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan pada, Kamis (21/07/2022) malam, dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Daerah dan para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sulawesi Utara (Sulut).

Dari hasil pantauan jurnalis aksaranews.com, turut hadir antara lain, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Depri Pontoh, Wakil Walikota (Wawali) Kotamobagu, Nayodo Kurniawan, Mantan Wawali Kotamobagu, Djainudin Damopolii, Ketua Pengadilan Tinggi Sulut, Lexsy Mamonto, Kepala Biro Ekonomi Sulut, Lukman Lapadengan, Perwakilan Polda Sulut, Perwakilan Bawaslu Sulut, Kapolres Boltim, Dandim 1303 Boltim,

Acara yang dirangkaikan dengan pelbagai kegiatan seni dan budaya bertajuk Kabela Fest (Festival Kabela) 2022 dan menampilkan tarian daerah dari tiga etnis yang ada di Boltim tersebut dipastikan menjadi agenda setiap tahunnya.

Hal ini menyusul dengan antusias masyarakat dan dukungan serta suport sejumlah pihak yang begitu tinggi, sehingga diperlukan upaya pelaksanaannya.

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto yang sempat menyampaikan sambutan saat pelaksanaan kegiatan tersebut, mengungkapkan keinginannya untuk menggali semua potensi yang ada di Boltim.

“Mulai dari potensi budaya, potensi wisatanya, potensi ekonomi lain yang akan timbul dari sepotong surga yang diberikan Allah SWT,” ungkap orang nomor satu di Boltim ini.

Menurutnya, Kabupaten Boltim adalah sepenggal surga yang dilempar ke muka bumi. Sebab memiliki tanah yang subur, indah dan begitu makmur.

“Tugas kita adalah menjaganya dan mensyukuri nikmat Allah SWT yang begitu banyak ini,” kata Sachrul.

Dia pun berpesan, bahwa melastarikan adat dan budaya adalah bentuk kecintaan terhadap Daerah. Maka apa yang telah menjadi titah leluhur, yakni Mototompiaan (Saling gotong royong), Mototanoban (Saling ingat-mengingatkan), Mototabian (Saling sayang menyanyangi) harus dijunjung tinggi sebagai dasar peganggan hidup damai dan sejahtera.

“Mogoguyang (leluhur) sudah meninggalkan pesan leluhur; Mototompiaan, Mototanoban, Mooaheran, Mobobangkalan. Pegang itu sebagai sebuah pegangan kita. Maka, kita akan hidup damai, kita akan hidup sejahtera,” pesan Bupati Sachrul.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"