Dana Desa di Boltim berkurang, Subhan sarankan kembangkan BUMDesa

  • Whatsapp

Boltim, aksaranews.com Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memastikan Dana Desa berkurang di tahun 2022.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Penguatan Kelembagaan Desa, Dinas PMD Boltim, Subhan Wakid, S.STP, kepada wartawan aksaranews.com, Selasa (04/01/2022).

Bacaan Lainnya

Subhan mengatakan, Dana Desa pada tahun 2022 mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga ratusan juta rupiah per Desa.

“Rata-rata hampir 200 juta yang berkurang di setiap Desa,” ucap Subhan Wakid, saat ditemui di ruangannya, Selasa, siang.

Dari data yang diterima, Dana Desa pada tahun 2022 sebesar Rp 57.961.389, yang sebelumnya pada tahun 2021 kurang lebih mencapai angka Rp68 Miliar.

“Pengurangan ini terjadi bukan hanya di Boltim namun di seluruh Indonesia,” terang Subhan.

Subhan pun menyarankan kepada seluruh Kepala Desa (Sangadi) untuk memanfaatkan potensi yang ada di Desa untuk menjadi sumber pendapatan asli desa, seperi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)

“BUMDesa secara legalitas awalnya Perdes, tapi sekarang harus dari Kemenkumham, karena itu perintah Presiden melalui Perpres,” sebutnya.

BUMDesa yang sudah mendaftarkan di Kemenkumham kata Subhan sudah mencapai 20 Bumdesa dari 81 Desa yang ada di Boltim.

“Kita harapkan BUMDesa jadi sumber pendapatan, karena Dana Desa sewaktu-waktu bisa saja dihilangkan Presiden,” tutup Subhan.

Adapun Desa yang kini miliki Dana Desa tertinggi adalah Desa Modayag Barat yang tembus Rp1 Miliar
sementara Dana Desa terendah yaitu Desa Sumber Rejo sekitar Rp583 juta.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait