Boltim, aksaranews.com — Kantor Wilayah BPN Sulawesi Utara bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar sosialisasi dan pemilihan lokasi perencanaan konsolidasi tanah di Kabupaten Boltim, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Boltim Argo Vinsensius Sumaiku, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Sulut Enny Sulastri Darmayanti, Kepala Kantor Pertanahan Boltim Candra Husain, Sekretaris Daerah Iksan Pangalima, Asisten II Haris Pratama Sumanta, serta jajaran BPN dan Pemkab Boltim.
Kepala Kantah Boltim Candra Husain menjelaskan, kegiatan ini merupakan tahapan awal perencanaan konsolidasi tanah melalui identifikasi dan penentuan lokasi potensial yang memenuhi kriteria teknis.

Ia berharap pemerintah daerah mendukung program tersebut agar terbangun kesamaan persepsi, komitmen, dan sinergi antara kantor pertanahan, pemerintah daerah, serta masyarakat.
“Konsolidasi tanah direncanakan dilaksanakan pada 2027 dan diharapkan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Candra Husain.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Sulut, Enny Sulastri Darmayanti, mengatakan konsolidasi tanah merupakan kegiatan penataan kembali wilayah dari kondisi tidak teratur menjadi lebih tertata.
Ia menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemkab Boltim yang memiliki program DAK Tematik.
“Jadi kita berkolaborasi kegiatan dari Kementerian ATR/BPN, kegiatan konsolidasi tanah dengan kegiatan DAK Tematik yang dilaksanakan di Pemerintah Kabupaten, makanya itu kita pilih Boltim karena memang ada kegiatan DAK Tematik di sini dan mereka mengajukan permohonan juga ke Kanwil untuk dilakukan konsolidasi tanah di Boltim,” ujarnya.
Wakil Bupati Boltim Argo Sumaiku mengatakan, konsolidasi tanah akan difokuskan pada penataan kawasan yang masuk kategori kumuh, terutama di ibu kota kabupaten sepanjang jalur dua Desa Tutuyan.
“Nah itu akan kita siapkan lahan yang ada di HGU eks Ranomut luasan nya kurang lebih 6 hektar, itu yang disiapkan dan sementara ini tim juga akan kroscek atau survey di lapangan Tim dari BPN wilayah Sulut, Kantah Boltim dan bersama-sama tim yang disiapkan,” kata Argo.
Ia menambahkan, program ini menjadi prioritas 2026 dan akan berlanjut pada 2027, termasuk di wilayah Kotabunan, Nuangan, Motongkad, Modayag, dan Modayag Barat. Pemerintah daerah akan menginventarisasi seluruh kawasan yang dikategorikan kumuh.
Menurut Argo, program ini diharapkan mampu menghilangkan kawasan kumuh di Boltim dan menjadi contoh penataan kawasan seperti di Bolaang Mongondow Selatan yang dinilai berhasil menghadirkan lingkungan tertata, sanitasi baik, serta ruang publik yang representatif.













