KOTA TERNATE – Pengemudi taksi online di Kota Ternate terpaksa menerima kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax (RON 92) yang berdampak langsung pada pengeluaran dan pendapatan mereka.
Arfandi, salah seorang pengemudi, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli bahan bakar tersebut demi menjaga kelayakan operasional kendaraannya.
“Mau bagaimana lagi. Kalau sudah naik begini ya naik. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Untuk bisa jalan ya terpaksa harus beli,” ujarnya saat ditemui di tempat mangkalnya di kawasan Perumahan Bela, Rabu (10/6/2026).
Arfandi menjelaskan, ia rutin mengisi tangki kendaraannya sebanyak 10 liter setiap hari menggunakan Pertamax. Menurutnya, jenis bahan bakar itu diperlukan agar mesin kendaraan tetap bekerja dengan optimal.
Sementara itu, Ketua Koperasi Transportasi Online Kie Raha, Mahmud Madilis, menyatakan kenaikan harga ini membuat seluruh pengemudi terkejut. Ia menilai beban pengeluaran kian bertambah di saat pendapatan justru menyusut.
“Kenaikan harga BBM ini membuat seluruh driver taksi online kaget. Menurutnya pendapatan driver kini semakin berkurang dan pengeluaran makin besar,” ungkapnya melalui wawancara daring.
Madilis menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate dan manajemen penyedia aplikasi guna mengusulkan penyesuaian tarif yang dinilai setimpal dengan kondisi biaya operasional saat ini.












