Bantaeng, aksaranews.com — Safaruddin merupakan warga Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, menjadi korban tidak pidana penganiayaan.
Peristiwa penganiayaan itu, bahkan berbuntut pembacokan yang dilakukan Saroddin, terhadap Safaruddin yang tidak lain merupakan kakak kandungannya sendiri.
Akibat kejadian tersebut, Korban Safaruddin mengalami luka serius hingga tangan kiri nyaris putus.
“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Moti, tidak lama kemudian Korban dirujuk ke RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, guna perawatan medis lebih lanjut,” kata salah satu warga kepada aksaranews.com, Jum’at (03/11/2023).
Kapolsek Polsek Pajukukang, AKP Agus Salim S.Sos,. saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Benar telah terjadi penganiayaan, terhadap Safaruddin yang dilakukan oleh Kakak kandungnya atas nama Saroddin. Atas kejadian itu korban mengalami luka serius tangan kiri nyaris putus,” ucap Kapolsek.
Menurutnya, kronologi kejadian tersebut, hanya persoalan pipa air. Kejadian ini terjadi Jum’at 03 November 2023, sekitar pukul 10:13 WITA pagi.
Pada saat itu, korban sedang duduk minum kopi di rumah salah satu warga di Kaloling. Setelah melakukan memperbaiki pipi air yang akan melakukan pesta perkawinan.
“Tidak berselang lama, tiba-tiba datang pelaku dengan mempertanyakan kepada korban, dengan ucapan siapa putus pipa airku. Terjadilah adu mulut hingga berujung penganiayaan,” bebernya
Tak hanya itu, kedua bersaudara tersebut jauh sebelumnya sudah sering bertengkar soal tanah warisan.
“Pelaku kini sudah kami tahan, di Mapolsek Pajukukang, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.












