Yusra Turun Temui Petani Bolmong, Jalan Tani hingga Irigasi Rusak Jadi Sorotan

Bolmong, Aksaranews.com – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta menggelar dialog terbuka dengan para petani di halaman Kantor Kecamatan Passi Barat, Kamis (7/5/2026). Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan pertanian mulai dari jalan usaha tani hingga irigasi rusak menjadi sorotan.

Kegiatan bertema “Pertanian Maju, Bolaang Mongondow Sejahtera” tersebut dihadiri penyuluh pertanian, aparat desa, kelompok tani, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Bolmong.

Di hadapan para petani, Yusra menegaskan sektor pertanian harus menjadi prioritas pembangunan daerah karena sebagian besar masyarakat Bolmong bergantung pada sektor tersebut.

“Dengan tanah yang subur dan potensi pertanian yang besar, seharusnya masyarakat kita lebih sejahtera dan angka kemiskinan terus menurun,” kata Yusra.

Menurut Yusra, meski angka kemiskinan di Bolmong mengalami penurunan, kondisinya masih tergolong tinggi. Padahal sekitar 66 hingga 68 persen masyarakat berprofesi sebagai petani.

Ia menilai masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan di sektor pertanian, mulai dari jalan usaha tani, irigasi, kesejahteraan petani, hingga persoalan RDKK dan distribusi bantuan pertanian.

“Jangan sampai pertanian hanya jadi slogan. Pemerintah harus hadir menyelesaikan kebutuhan dasar petani,” tegasnya.

 

Yusra mengaku sengaja turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus melihat kondisi riil yang dihadapi petani di desa-desa.

“Kita ingin tahu apa yang benar-benar menjadi persoalan masyarakat. Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di perkotaan sementara jalan tani dan irigasi justru diabaikan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Yusra juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu belanja modal daerah bisa di atas Rp200 miliar. Sekarang hanya sekitar Rp31 sampai Rp32 miliar untuk kebutuhan pembangunan di luar pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Bolmong disebut tetap akan memprioritaskan sektor pertanian sebagai salah satu langkah utama menekan angka kemiskinan.

“Kita tidak mungkin berharap semua masyarakat menjadi ASN. Karena itu pertanian harus menjadi kekuatan utama ekonomi daerah,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menambah 13 tenaga administrasi untuk mendukung kinerja penyuluh pertanian di lapangan.

Yusra meminta para penyuluh aktif melaporkan kondisi dan persoalan petani agar pemerintah bisa cepat mengambil langkah penanganan.

“Saya ingin setiap persoalan petani cepat diketahui supaya solusi juga bisa cepat dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, dialog berlangsung interaktif dengan berbagai keluhan dari para petani. Salah seorang petani meminta pemerintah memperhatikan kondisi jalan usaha tani yang dinilai memprihatinkan, terutama saat musim panen.

“Kami berharap minimal ada pengecoran atau rabat beton jalan tani, karena saat panen kami kesulitan mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan,” ujar petani tersebut.

Keluhan lain datang dari petani asal Desa Otam. Mereka mengaku area persawahan kini mengalami kesulitan pasokan air akibat kerusakan irigasi pascabanjir.

Warga menyebut irigasi yang sebelumnya dibangun rusak parah diterjang banjir sehingga aliran air ke sawah tidak lagi normal dan berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat. (Joe/Aksara)

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"