Bantaeng, aksaranews.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan dengan pihak perusahaan PT Huadi Neckel Alloy Bantaeng, di ruang rapat Paripurna DPRD Bantaeng, pada Jumat (18/08/2023) kemarin.
RDP tersebut, menyusul adanya gejolak dalam perekrutan tenaga kerja lokal, di PT HNA Bantaeng yang belum terakomodir dengan baik, sehingga penting menjadi perhatian khusus bagi pihak perusahaan itu kepada warga lingkar tambang.
Menyikapi hal ini, Pemuda Lira bersama masyarakat Papanloe dan sekitarnya, Yusdanar Hakim mengaku kecewa atas perekrutan yang selama ini dilakukan perusahaan tidak menjadikan warga lingkar tambang sebagai perioritas dalam penerimaan tenaga kerja lokal.
Padahal, yang merasakan dampaknya selama ini adalah warga sekitar perusahaan itu.
“Harusnya, pihak perusahaan wajib memprioritaskan warga terdampak. Sebagaimana kesepakatan sebelumnya, sejak berdirinya perusahaan PT HNA ini, sudah jelas dan terang” Kata Yusdanar, menambahkan bahwa 70 persen warga lokal khususnya warga terdampak dan 30 persen warga yang berdomisili Bantaeng dan sekitarnya.
Namu faktanya lanjut Yusdanar, tidak sesuai apa terjadi selama ini.
“Maka dari itu, pihak perusahaan punya kewajiban atas hal tersebut, untuk memberikan hak warga terdampak yang selama ini hanya sekedar janji. Agar kiranya dapat memberikan ruang bagi mereka untuk diperkerjakan sebagaimana mestinya,”ucap Yusdanar.
Hal senada, dikatakan salah satu warga setempat, pihaknya selama ini, belum mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya sebagai warga terdampak.
“Sebab masih banyak warga sekitar perusahaan tersebut, belum diperkerjakan, bahkan sudah ada yang berulangkali mendaftar tapi tak kunjung lolos,” ujar warga setempat dengan penuh kecewa.
Parahnya lagi, justru yang lolos bukan warga lokal, melainkan orang dari luar yang diterima. Yang lebih parah lagi adalah banyak lolos tanpa tes langsung masuk kerja.
“Oleh sebab itu, kami berharap kepada pihak perusahaan untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem perekrutan tenaga kerja, yang kami anggap bobrok seperti yang dilakukan oknum tertentu yang terlibat dalam proses rekrutmennya,” tegasnya.
Sementara itu, Kr. Piang yang juga peserta RDP menyebut, pihaknya menyoroti kebijakan dilakukan oleh pihak perusahaan.
Sebab, justru keberadaan Persoroda dan Huadi Bantaeng Industri Park (HBIP) membuat kekacauan dalam proses rekrutmen yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Harusnya mereka yang sudah diberi mandat, oleh perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja, harus berlaku adil. Bukan malah seenaknya, memasukkan orang kerja tanpa test. Anehnya lagi, banyak masuk kerja pake KTP palsu.
“Tentu metode yang dilakukan ini, kami nilai sangat fatal dan perlu diperbaiki. Agar tetap memprioritaskan warga terdampak”, terangnya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun jurnalis aksaranews,com, oleh Pemuda Lira dan masyarakat Papanloe ini juga menuntut beberapa tuntutan, salah satunya yakni, meminta kepada perusahaan untuk segera membentuk Tim Independen dalam proses verifikasi
data.
Pasalnya, selama ini banyak di temuan KTP bermasalah pada perekrutan tenaga kerja akhir-akhir ini, serta mengevaluasi Oknum-oknum yang berada HBIP itu, yang membuat kekacauan selama ini.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Bantaeng, Muh. Yusuf mengatakan bahwa, pihaknya akan berupaya memperjuangkan keluhan para masyarakat Papanloe agar dapat diperkerjakan.
“Kami juga kesal atas kebijakan yang selama ini dilakukan Persoroda dan HBIP, yang tidak memprioritaskan warga lokal khususnya yang terdampak,” cap Muh Yusuf.
Sementara itu, Manager GA PT Huadi Nickel Alloy, Lily Dewi Candinegara sekaligus Direktur HBIP, mengatakan pihaknya, setuju dibentuknya tim Independen yang nantinya akan mendata dan memverifikasi dan mengkomunikasikan data ke HBIP.
“Kami berharap, tim Independen yang dibentuk nantinya bisa bekerja secara independen dan bisa menyelesaikan persoalan ini,” ujar Lily Dewi.
Hal ini dilakukan kata Lily, agar supaya proses rekrutmen kedepannya melalui satu pintu, agar data yang disampaikan adalah clean and clear.
Sehingga dengan begini, pihak perusahaan, mudah dan fokus terhadap calon tenaga kerja.
“Agar kiranya dapat diprioritaskan sesuai kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan tersebut,” tandasnya.













