Kotamobagu, aksaranews.com — Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, menegur keras aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hadir dalam apel perdana pasca-libur Tahun Baru 2026.
Teguran itu disampaikan saat memimpin apel seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, Senin (5/1/2025), di Lapangan Boki Hontinimbang.
Dalam apel tersebut, Weny Gaib mengaku geram setelah menemukan sejumlah ASN yang tercatat menandatangani daftar hadir, tetapi tidak berada di lokasi apel.
“Pagi tadi, saya memimpin Apel Perdana Seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota Kotamobagu. Ironisnya, saya menemukan ada ASN yang tanda tangan di absensi, tapi yang bersangkutan tidak berada di tempat,” kata Weny Gaib.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran disiplin yang tidak dapat ditoleransi.
Menurutnya, perilaku semacam itu mencederai nilai-nilai dasar ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Ini perilaku indisipliner, perilaku tidak baik dan tak patut ditiru. ASN seperti ini harus mendapatkan sanksi tegas,” tegasnya.
Weny Gaib juga mengingatkan bahwa ASN digaji dari uang rakyat, termasuk dari hasil kerja keras petani, pedagang kecil, hingga tukang bentor dan pedagang pasar yang membayar retribusi.
“Saya ingatkan lagi, kita ini pelayan rakyat, kita digaji dari hasil pajak rakyat, dari hasil keringat petani, pedagang kecil yang rela menahan kantuk menunggu pembeli,” ujarnya.
Ia menegaskan, seragam ASN adalah simbol kehormatan dan tanggung jawab, bukan sekadar formalitas.
“Seragam kalian adalah penghargaan agar kalian berbuat yang terbaik untuk negara dan bangsa, bukan sebaliknya,” kata Weny.
Wali kota berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta seluruh ASN kembali mengingat sumpah jabatan saat dilantik sebagai abdi negara.













