Viral video warga Boltim tolak divaksin, teriak-teriak minta ditembak, begini tanggapan Polisi

Tangkapan layar video viral di media sosial

Boltim, aksaranews.com — Penolakan vaksinasi Covid-19 oleh warga kembali viral di media sosial. Kali ini terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Dalam video yang beredar, terlihat beberapa anggota polisi dan Aparat Pemerintah Desa mendatangi salah satu warga yang belum divaksin.

Dalam video tersebut, memperlihatkan seorang warga yang mengeluh sudah berkali-kali didatangi dan diminta untuk divaksin, namun dirinya tetap menolak untuk divaksin.

“Jang kurang slalu hari-hari bagini (Jangan tiap hari begini), ngoni kan bisa bicara (kalian bisa bicara), Indonesia itu dia kan so nyanda dijajah (Indonesia sudah tidak dijajah), kiapa masyarakat sama deng dijajah (Kenapa masyarakat seperti dijajah),” ucap warga yang belum diketahui namanya itu.

Meski sempat dijelaskan oleh salah satu aparat penegak hukum (APH) Polisi dan Pemerintah Desa, namun warga tersebut tetap tak mau untuk divaksin.

Adu mulut pun terjadi ketika warga tersebut tak menerima dibentak oleh salah satu aparat desa yang sempat menanyakan tetangganya yang sakit yang disebakan karena vaksin atau bukan.

Tak mau diterima dibentak di rumahnya sendiri, warga tersebut kemudian berteriak dan meminta polisi menembaknya.

“tembak jo pa kita (tembak saya), tembak jo pa kita kalo ngoni mo paksa (tembak saya kalau kalian memaksa),” teriak warga dalam video berdurasi 14.25 detik tersebut.

Kejadian yang terjadi di Desa Kayumoyondi Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Boltim, Sulawesi Utara ini dengan cepat viral dan beredar di media sosial.

Menanggapi video viral tersebut, Kapolres Boltim, AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya Negara, SIK., membenarkan video viral tersebut yang terjadi di wilayah hukum Polres Boltim.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"