Terkait pembongkaran pasar rakyat Belang, Amar Kosoloy: ini karena tidak adanya titik temu

  • Whatsapp
Anggota DPRD Mitra, Fateh Muhamad Amar Kosoloy. (Foto Istimewa)

Mitra, aksaranews.com — Merebaknya berita terkait pembongkaran kios di pasar rakyat Belang oleh oknum kontraktor salah satu ritel raksasa nasional beberapa hari lalu, menimbulkan pro dan kontra dari sejumlah kalangan. Mulai dari pedagang, warga setempat, akademisi sampai politisi angkat bicara.

Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Fateh Muhamad Amar Kosoloy mengungkapkan bahwa, hal tersebut bukan soal siapa benar atau salah, akan tetapi lebih kepada regulasi yang menyangkut tentang pendudukan terhadap aset negara.

Bacaan Lainnya

“Apapun alasannya, tindakan merusak fasilitas adalah keliru. Sebab, di negara maju yg sedang menuju five point zero (5.0) ini, tidak boleh lagi ada gerakan atau tindakan yang sifatnya anarkis yang menggunakan label negara untuk menindas rakyat,” kata Amar, Selasa (08/06/2021).

Kepada kontributor aksaranews.com, Amar membeberkan pendapatnya bahwa, Meski pengrusakan fasilitas itu atas dasar keteledoran rakyat, pemerintah harus menyikapinya dengan cara yang baik. Namun, apa yang terjadi di pasar rakyat Belang belum lama ini justru tidak sesederhana itu.

Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat tidak adanya titik terang antara pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar sebagai pengelola dan warga setempat sebagai pedagang.

“Jadi, ini sebenarnya hanya soal tidak ketemunya titik temu antara PD Pasar selaku pihak pengelola dengan pedagang yang ada di pasar rakyat Belang,” bebernya.

Lebih lanjut ia paparkan, jika pengrusakan dan pembongkaran tersebut didasari alasan perapian administrasi atau menyangkut urusan retribusi, maka dapat dianggap sebagai tindakan tegas aturan. Tapi, kalau motifnya mengarah ke kapitalisme untuk kepentingan pribadi, golongan atau kelompok, menjadi wajar jika terjadi perlawanan bahkan penolakan atas tindakan pembongkaran.

“Mereka (pedagang) bukan pencuri ataupun penjahat. Kalau memang ada kesalahan yang menjadi temuan pihak pengelola dalam hal ini PD Pasar, ada banyak cara untuk membuat semua menjadi stabil, misalnya dengan melayangkan surat teguran, jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada respon dari pengguna fasilitas, lakukan boikot atau penyegelan sementara hingga ditemukannya solusi terbaik bagi ke dua belah pihak,” papar politisi muda dari partai Gerindra ini.

Amar pun menyayangkan tindakan arogan yang diambil pihak pengelola dalam hal ini PD Pasar, bahkan dirinya juga mempertanyakan siapa yang menginstruksikan dan apa motivasinya atas pengrusakan dan pembongkaran beberapa kios di pasar rakyat belang itu.

Tak hanya itu, dia juga meminta bahwa, masalah tersebut perlu di kroscek kembali, sebab mengingat Bupati Mitra adalah seorang mantan aktivis yang aktiv demonstrasi untuk membela kepentingan kaum jelata di masa lampau, tentu hal ini berbenturan dengan kepribadian Bupati di masa lalu.

“Ini perlu di kroscek ulang Gerakan tambahan PD Pasar menghancurkan dan membongkar pasar itu, atas intruksi siapa dan apa motivasinya? Kalau soal regulasi dan lain sebagainya, kita bisa duduk satu meja, DPRD siap memfasilitasi. Namun sayangnya, apa lagi yang perlu dibicarakan ketika PD Pasar sudah mengambil tindakan searogan itu,” ujar Amar dengan penuh kecewa.

Pewarta: Zulfan | Editor: Redaksi

Pos terkait