Terkait kasus asusila di Bantaeng, Polres upayakan bertindak sesuai tuntutan Solidaritas Perempuan

  • Whatsapp

Bantaeng, aksaranews.com Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Kepala Seksi (Kasie) Profesi dan Pengamanan (Propam), Iptu Agfar, As mengatakan, bahwa akan bertindak lebih cepat dalam menangani kasus asusila anak dibawah umur yang menjerat pelaku berinisial S alias C (37), yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Hal tersebut disampaikannya ketika bersua dengan puluhan masa yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan (SP) saat melakukan aksi di depan kantor Polres Bantaeng, Kamis (02/09/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Agfar mengatakan, pihaknya juga akan memberikan informasi kepada keluarga korban secepatnya jika ada perkembangan dalam pencarian pelaku asusila itu.

“Sebab, saat ini kita juga sudah melakukan berbagai upaya untuk melacak keberadaan pelaku. Jika ada perkembangan, langsung kita informasikan ke pihak keluarga korban,” kata Iptu Agfar dihadapan massa aksi.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Satuan (Kasat) Intelkam Polres Bantaeng, AKP Saharuddin bahwa, meski pihaknya masih kesulitan melakukan tindakan penangkapan terhadap pelaku, namun, dirinya mengaku akan tetap berusaha sampai pelaku tertangkap.

“Jadi, bukan berarti kami pihak polisi tidak bisa menangkap pelaku atau dianggap main-main dalam menangani kasus ini, akan tetapi kami juga terus-menerus berupaya dengan melacak keberadaan pelaku. Menurut informasi yang berhasil kami terima, pelaku diketahui berada diluar daerah,” ujar Agfar.

Dirinya mengungkapkan bahwa, pihaknya sempat melacak tempat tinggal dan sejumlah nomor telepon yang digunakan pelaku ketika berkomunikasi dengan keluarganya. Namun upaya pelacakan tersebut tidak efektif sebab, pelaku selalu berpindah-pindah tempat.

“Perlu diketahui rekan-rekan bahwa kami juga sempat mengatahui nomor yang digunakan oleh pelaku dan tempat tinggalnya disebuah kost-kostannya. Namun nomor yang digunakan pelaku selalu diganti-ganti ketika sudah berkomunikasi dengan pihak keluarganya. Bahkan kost yang dia tinggali, ketika dilakukan penangkapan, pelaku sudah pergi dan berpindah ke tempat lain,” ungkap Saharuddin.

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat Bantaeng, agar dapat bekerja sama dengan pihaknya untuk memberikan informasi secepatnya jika melihat keberadaan pelaku.

“Kepada masyarakat bantaeng, bagi siapapun yang melihat keberadaan pelaku tersebut, harap kerja samanya dalam memudahkan penangkapan terhadap pelaku,” imbau Saharuddin.

Sekedar diketahui, berdasarkan keterangan pihak Polres Bantaeng, penyebab keterlambatan penangkapan dan proses hukum terhadap pelaku asusila tersebut dikarenakan, kasus ini sebelumnya ditangani oleh Kasat Reskrim lama. Setelah digantikan oleh Kasat Reskrim baru, pelaku melarikan diri namun sudah ditetapkan tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ironisnya, aksi yang dipelopori oleh Solidaritas Perempuan (SP) Bantaeng sudah berulang kali dilakukan namun pelaku tak kunjung juga ditangkap.

Penulis: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait