Bantaeng, aksaranews.com — Aksi kejahatan jalanan yang kian marak beberapa waktu terakhir ini, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sul-sel).
Pemerintah Bantaeng akan melakukan berbagai upaya, khususnya untuk menekan keterlibatan remaja dalam aksi tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin, saat menghadiri rapat koordinasi bersama unsur pimpinan Frokominda, di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Selasa (24/05/2022) kemarin.
Ilham Azikin menyampaikan bahwa, hal yang perlu dilakukan untuk mencegah atau memberantas kejahatan boleh jadi bisa dimulai dengan mempersempit peluang terjadinya tindak kejahatan. Relasi penegak hukum dan masyarakat menjadi kunci upaya mempersempit peluang tersebut.
“Sebab, angka statistik kriminal tersebut, menunjukkan gambaran pola kejahatan yang perlu dipikirkan dasar penanggulangan kriminalitasnya. Konsepsi ini mengharuskan aparat penegak hukum untuk memberikan prioritas pada jenis kejahatan tertinggi”, ujar Bupati Ilham.
Selain itu, perlu diidentifikasi daerah-daerah selektif yang memiliki intensitas gangguan tinggi terutama di wilayah-wilayah perkotaan yang dianggap rawan. Adalah bijaksana juga untuk menentukan pola penanganan pada daerah prioritas tersebut apakah melalui cara represif ataukah preventif.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa, pencegahan kejahatan merupakan tindakan untuk memberikan perlindungan dan menghindari rasa takut masyarakat dari gangguan kejahatan.
Selanjutnya, pengamanan terhadap masyarakat tidak semata-mata terfokus pada para pelaku kejahatan, tetapi juga pada kecenderungan dalam mengendalikan kejahatan itu sendiri. “Untuk mencegah dan memberikan perlindungan masyarakat terhadap gangguan kejahatan maka dilakukan tindakan kepolisian”, ungkapnya.
Terakhir, tidak hanya pemerintah dan aparat TNI-Polri saja. Akan tetapi juga dibutuhkan tanggung jawab kita semua para orang tua. Kita tentu tidak ingin kalau anak-anak kita bermasalah pada tindak kriminal.
Untuk senantiasa menjaga dan melindungi anak-anak. Pentingnya perlindungan orang tua kepada anak-anaknya. Menurut dia, peran orang tua untuk melindungi anak-anak dari tindak kriminal sangat penting dilakukan.”Jangan biarkan anak-anak kita, masa depan kita, terjerumus dalam dunia kriminal. Mari kita sama-sama menjaga masa depan mereka dengan memperhatikan apa saja yang dilakukan anak-anak kita,” pungkasnya.
Sementara, Wakapolres Bantaeng, Kompol Muh. Ali, mengatakan bahwa, langkah utama yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman yang tinggi akan nilai-nilai kemanusian.
Karena situasi dan kondisi lingkungan sekitar sangat signifikan pengaruhnya terjadi tindakan kriminal.“Kita sama-sama carikan solusinya, apa penyebabnya? faktor pemicunya, dan bagaimna alternatif pemecahan akar masalahnya,” ujar Kompol Muh. Ali.
Pada dasarnya lanjut Muh. Ali, meningkatnya kasus kriminalitas di di Bantaeng beberapa waktu belakangan ini harus benar-benar disikapi secara serius.“Niat dan kesempatan adalah penyebabnya, karna itu niat yang ini dengan nilai-nilai spiritualitas dan kesempatan, yg berhubungan fasilitas atau ketersediaan kesempatan dalam kehidupan sosial adalah sebagai faktor penyebabnya,” tegasnya.
Hal senada, juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng dr. Andi Ihsan, bahwa dirinya sudah mengeluarkan instruksi secara tertulis kepada setiap apotek dan puskesmas, untuk tidak melayani pembelian kateter tanpa resep dokter. Sekedar diketahui, kateter kadang disalahgunakan untuk menjadi bahan katapel untuk busur.
“Kateter ini yang kerap disalahgunakan. Kita sudah instruksikan agar apotek tidak ada yang melakukan penjualan kateter tanpa resep dokter. Jika ada warga yang temukan, silahkan lapor ke kami. Kami akan tindaki,” kata Andi Ihsan dengan tegas.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi












