Boltim  

Realisasi APBD Boltim baru capai 11,73 persen hingga April 2025

Postur APBD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2025

Boltim, aksaranews.com Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) merilis laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga April 2025. Data ini menggambarkan perkembangan pencapaian pendapatan daerah dan alokasi belanja dalam empat bulan pertama tahun anggaran berjalan.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) pada 19 April 2025, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp72,34 miliar atau baru mencapai 11,73 persen dari total pagu sebesar Rp616,53 miliar.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi hingga April 2025 masih tergolong rendah. Dari target sebesar Rp24 miliar, baru terealisasi Rp2,15 miliar atau 8,96 persen. Rinciannya, penerimaan dari Pajak Daerah mencapai Rp1,40 miliar dari target Rp19,23 miliar atau sekitar 7,27 persen.

Sementara itu, Retribusi Daerah menunjukkan capaian lebih baik dengan realisasi Rp630 juta dari target Rp2,56 miliar atau 24,39 persen. Namun, untuk Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain PAD yang Sah, masing-masing baru mencatatkan realisasi sebesar Rp0 dan Rp130 juta (12,68 persen).

Untuk komponen Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), dari target Rp571,54 miliar, baru terealisasi Rp70,19 miliar atau 12,28 persen.

Sementara itu, pada pos pendapatan lainnya yang terdiri atas Lain-lain Pendapatan Sesuai Peraturan Perundang-undangan sebesar Rp6,76 miliar dan Pendapatan Transfer Antar Daerah sebesar Rp14,23 miliar, belum ada realisasi atau masih 0 persen hingga April 2025.

Pada sisi belanja daerah, dari total pagu anggaran sebesar Rp621,53 miliar, realisasi tercatat sebesar Rp85,40 miliar atau 13,74 persen. Belanja Pegawai menjadi pos dengan serapan tertinggi, yakni Rp63,81 miliar dari pagu Rp258,07 miliar atau 24,73 persen.

Belanja Barang dan Jasa menunjukkan realisasi sebesar Rp13,73 miliar dari pagu Rp151,30 miliar atau sekitar 9,07 persen. Belanja Modal yang diperuntukkan untuk pembangunan dan pengadaan aset baru, masih rendah, baru mencapai Rp3,77 miliar atau 3,67 persen dari target Rp102,86 miliar.

Untuk Belanja Lainnya, yang terdiri dari Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan, Hibah, Bantuan Sosial, dan Belanja Tidak Terduga, baru mencapai Rp4,10 miliar dari total pagu Rp109,30 miliar. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Sosial, serta Belanja Tidak Terduga tercatat belum ada realisasi sama sekali.

Pada komponen Pembiayaan Daerah, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran, hingga April 2025 tercatat belum ada realisasi. Meski demikian, terdapat alokasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Rendahnya realisasi baik pada pendapatan maupun belanja daerah di awal tahun anggaran ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Boltim. Percepatan penyerapan anggaran, khususnya pada belanja modal dan barang jasa, dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pencapaian program pembangunan.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah-langkah percepatan, baik dari sisi administrasi maupun teknis, untuk memastikan realisasi APBD dapat lebih optimal dalam sisa tahun anggaran.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"