Puluhan lembaga jenjang pendidikan di Boltim tak bisa ikut akreditasi, apa penyebabnya?

Kabid PNFI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Harianto Mamonto, S.Pd

Boltim, aksaranews.com Sedikitnya hanya lima lembaga Pendidikan Non Formal dan Informal di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang mengikuti akreditasi.

Hal ini dibenarkan Harianto Mamonto, S.Pd., selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim.

Kata Harianto, pihaknya telah mengusulkan sebanyak 25 lembaga untuk diakreditasi, namun hanya lima lembaga yang siap mengikuti akreditasi.

“Kita mengusulkan 25 lembaga untuk ikut akreditasi, cuma lainnya belum siap. Hanya lima yang siap mengikuti akreditasi,” kata Hariyanto, Senin (02/08/2021).

Ia menjelaskan, ada 8 standar pengajuan akreditasi yang menjadi syarat sehingga mungkin belum bisa dipenuhi lembaga-lembaga Non Formal dan Informal di Kabupaten Boltim.

8 standar tersebut berisi, Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan (TPP), Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian Pendidikan.

Dari 8 standar tersebut kata Harianto, masing-masing standar memiliki persyaratan tersendiri.

“Maunya kami 25 yang diusulkan bisa terpenuhi, mungkin banyak faktor seperti standar pengajuan akreditasi sehingga mereka belum siap memenuhinya,” beber Harianto.

Adapun 5 lembaga tersebut yaitu SKB Tutuyan, SKB Modayag, TK Negeri Fatmawati, TK Negeri Lestari, dan TK Negeri Tunas Budi Mulia.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"