Bantaeng, aksaranews.com — Pemerintah Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi (Sulsel) segera memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin.
Sebelumnya PLTB serupa hanya ada di Kabupaten Sidrap dan Jeneponto di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini disampaikan Bupati Dr. H. Ilham Azikin setelah menerima kunjungan Presiden Director PT WPD Indonesia energy, Mr Hans-Christoph Brumberg, dan Presiden Director PT Binatek Reka Energi, Erwin Jahja di Aula Kantor Mall Pelayanan Publik Bantaeng, Senin (21/03/2022).
Bupati Bantaeng Ilham Azikin menyambut baik dua pimpinan perusahaan tersebut.
“Kami Pemerintah Bantaeng sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas keinginan para investor asal Jerman mau berivenstasi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dikabupaten bantaeng yang dimana proses tahapan, pembangunan akan segera di mulai,” kata Ilham Azikin.
“Ini menjadi suatu kebanggaan kita semua khususnya masyarakat bantaeng, Sebab Bantaeng segera dibangun PLTB,” tambahnya.
Lanjut bupati mengatakan, bahwa selaku pemerintah daerah dirinya meminta agar kedua perusahaan ini menyusun daftar list kebutuhan perizinan untuk proyek tersebut.
Kemudian ia mengaku, akan ikut membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan pemerintah pusat untuk perizinan itu.
“Agar dibuatkan daftar list, mengenai hal-hal apa saja yang perlu kami paparkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Nanti kita sama-sama membangun komunikasi untuk kelancaran investasi ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Presiden Director PT Binatek Reka Energi, Erwin Jahja mengatakan, pihaknya akan terus-menerus memberi support terhadap potensi alam yang ada di Bantaeng ini.
Sebab ketiga jenis pembangkit listrik ini akan menjadi instrumen pelengkap Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). “Pembangkit ini akan saling supporting nantinya,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah kabupaten bantaeng juga, siap ikut membantu kami dalam mempermudah perizinan untuk proyek ini. “Dengan harapan, semoga nantinya dimudahkan proses perizinannya ditingkat provinsi maupun dipusat,” pungkasnya.
Hal senada, juga disampaikan oleh Presiden Director PT WPD Indonesia energy, Mr Hans-Christoph Brumberg mengatakan, bahwa nantinya kita menggunakan dua sistem pembangkit, yang disupport oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang didesain dengan model Pump Storage. PLTA ini akan menggunakan sumber daya dari salah satu air terjun di Bantaeng.
“Setelah kami melakukan survei disejumlah titik, kami melihat potensi-potensi alam dibantaeng bagus. Ia pun tertarik melihat potensi air terjun Bissappu tersebut,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa mengenai PLTA model pump storage tidak akan merusak lingkungan di sekitar air terjun. Bahkan, sumber daya alam ini akan digunakan dan ditata sedemikian rupa.” Nantinya di wisata sekitar air terjun ini tidak akan diganggu,” tutupnya.
Sekedar diketahui, bahwa hasil pembicaraan hari ini. Nantinya ada tiga jenis pembangkit listrik di Bantaeng segera dibangun. Yang pertama, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Yang terbagi menjadi dua jenis pembangkit listrik, yaitu PLTB Offshore Wind yang nantinya dibangun di tepi laut Bantaeng. Kemudian pembangunan PLTB Outshore Wind yang akan dibangun di daratan.
Hal itu, juga berdasarkan hasil survei kedua perusahaan tersebut, potensi kecepatan anginnya. Kemudian besar harapan lokasi yang dipilih untuk PLTB diwilayah Kecamatan Bissappu. Khusus untuk di daratan, akan ada lima turbin angin yang dibangun di Desa Bonto Manai, Kecamatan Bissappu.
Kemudian, pembangkit listrik yang kedua adalah pembangkit listrik tenaga matahari atau yang dikenal dengan sebutan solar cell. Pembangkit ini rencananya akan dibangun di Kawasan Industri Bantaeng.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













