Bantaeng, aksaranews.com — Sebanyak 13 outlet modern di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai memasarkan produk lokal asli daerah.
Demikian seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Muhammad Tafsir, kepada jurnalis aksaranews.com saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.
Kata dia, pemasaran produk lokal Bantaeng tersebut dijalankan setelah adanya penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Bantaeng dan PT. Indomarco Prismatama Tentang Fasilitas Pemasaran Produk UMKM sejak beberapa bulan yang lalu.
“Produk lokal UMKM Bantaeng sudah ada di toko modern diantaranya, Jagoan Jahe, Jahe 95, Kopi Bubuk, Kopi gesil, Sabun cair dan beberapa produk lainnya. Kini sudah mulai dipasarkan di toko modern,” kata Muhammad Tafsir
Dirinya mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng melalui instansi terkait akan terus mendorong produk lokal UMKM agar dapat dipasarkan di toko-toko modern lainnya.
Hal itu dilakukan agar produk lokal UMKM daerah juga bisa hidup dan banyak tercipta lapangan kerja, sebab mempekerjakan banyak orang. Dengan demikian roda ekonomi Daerah akan terus berputar.
“Saya juga meminta seluruh toko-toko modern yang ada di Bantaeng, harus menyiapkan gerai untuk produk-produk lokal UMKM Bantaeng,” ungkapnya.
Diterangkannya pula bahwa, beberapa produk kuliner lainnya, seperti makanan ringan, telur asin, kripik dan jahe juga akan ada di toko-toko modern.
“Jadi Kopi gesil dan Kopi Bubuk dan sabun cair sudah bisa kita temukan ada di toko modern. Termasuk telur asin, kripik dan jahe, serta kuliner lainnya asli Bantaeng. Seperti halnya produk UMKM berupa makanan ringan akan ada di toko-toko modern,” terang Muhammad Tafsir.
Sementara itu, Kepala UPT PLUT, Sapruddin Mengatakan bahwa, terkait dengan penyiapan gerai oleh toko-toko modern di wilayah Bantaeng juga akan dikembangkan, sebab hal itu katanya telah diputuskan.
Turut ditambahkannya pula bahwa, saat ini pihaknya juga tengah merintis Erbe Sop bekerjasama dengan rumah BUMN Provinsi Sulsel dalam upaya pengembangan produk UMKM.
“Disamping itu, Kami juga melakukan pembinaan produk UMKM seperti teh kelor di dua wilayah desa Kaloling dan desa Tombolo,” ucap Sapruddin.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













