Pedagang pasar Belang tolak keberadaan ritel raksasa masuk pasar rakyat

  • Whatsapp
Pasar Rakyat Belang. (AKSARA/Foto: Zulfan Yunus)

Mitra, aksaranews.com – Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Minahasa Tenggara (Mitra) untuk menyewakan kios yang berada di Pasar Rakyat Belang Kecamatan Belang melalui Perusaan Daerah (PD) Pasar Mitra kepada pihak ritel raksasa nampaknya bakal tidak berjalan mulus.

Hal ini menyusul adanya penolakan dan pengusiran dari sejumlah pedagang saat kontraktor salah satu ritel raksasa nasional mulai melakukan pembongkaran kios di pasar tersebut pada, Senin (24/05/2021) hari ini.

Bacaan Lainnya

Anto, salah satu pedagang di pasar rakyat Belang menyayangkan sikap Pemda dan PD Pasar Mitra terkait keberadaan ritel raksasa itu, bahkan dirinya secara tegas menolak kiosnya digunakan untuk usaha ritel nasional.

“Karena Bupati James Sumendap saat peresmian Pasar Rakyat Belang ini mengungkapkan bahwa, pasar dibangun oleh Pemerintah untuk kesejahteraan pedagang kecil. Tapi hari ini dengan arogannya PD Pasar melakukan pengusiran dan Pembongkaran kios milik Pedagang kecil,” kata Anto.

Menurut anto, keberadan ritel raksasa nasional di pasar tersebut dapat memberikan dampak sistemik terhadap para pedagang kecil terutama dalam hal penghasilan.

“Sebagai ritel raksasa level nasional pasti memiliki modal yang besar. Dengan modal itu, tentu sangat mudah untuk menyewa lahan kemudian bangun toko. Berbeda dengan para pedagang kecil yang memiliki modal pas-pasan ditambah lagi dengan kondisi ekonomi saat ini yang tidak menentu, sehari jualan hanya bisa menghasilkan 100 hingga 200 ribu. Maka kios di pasar sangat dibutuhkan para pedagang kecil ini,” papar Anto.

Oleh karenanya ia meminta Bupati untuk membatalkan rencana PD Pasar menyewakan kios di pasar rakyat Belang kepada pihak ritel.

Tampak bagian sisi tembok salah satu kios di Pasar Rakyat Belang yang telah di bongkar. (AKSARA/Foto: Zulfan Yunus)

Senada dengan itu, Wahab yang juga seorang pedagang di pasar tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap Bupati James Sumendap karena tidak tegas dan konsisten dalam mengambil keputusan. Bahkan menurutnya Bupati telah melakukan pembohongan publik.

“Dalam beberapa kesempatan Bupati dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan mengizinkan ritel raksasa beroperasi di Minahasa Tenggara karena akan mengganggu pedagang kecil. Tapi hari ini telah banyak berdiri toko ritel raksasa, ini bukti tidak konsistennya Bupati terhadap apa yang diucapkan, ataukah karena sudah diperiode kedua sampai tidak lagi memikirkan rakyat kecil,” semburnya dengan nada emosi.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Indonesia Bersama Azas Kerakyatan (KIBAR) Mitra, Muhammad Natsir Masloman mengatakan bahwa, beberapa waktu lalu Pemda menganjurkan Pasar untuk ditutup, hari ini disaat pedagang mulai bangkit dari keterpurukan justru pemeritah lewat dinas pasar dengan sewenang-wenang mengusir pedagang dan digantikan oleh Ritel Raksasa.

“Seharusnya Pemda mesti peka dengan kondisi ekonomi rakyat saat ini yang sedang terpuruk akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Boleh saja sejumlah ritel raksasa ini membuka gerai di pasar Rakyat Belang, tapi buka di lantai dua yang sampai hari ini masyarakat enggan naik keatas, agar nantinya jika gerai beroperasi, dapat menjadi daya tarik pembeli untuk naik keatas yang kemudian efeknya pada pedagang yang ada dilantai dua, bukan malah mengganggu pedagang kecil yang berjualan,” kata Natsir.

Dirinya menegaskan, jika pembongkaran kios akan terus berlanjut dan tidak ada penyelesaian dari pihak Pemda dan PD pasar, maka pihaknya bersama para pedagang yang ada akan melakukan perlawanan

“Kalau hal pembongkaran ini akan terus dilanjutkan maka LSM KIBAR akan bersama-sama dengan pedagang melakukan perlawanan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra, David Lalandos saat dikonfirmasi melalui layanan jejaring sosial, tidak memberikan tanggapan, begitu pun Direktur PD Pasar, Jhonli Pijoh yang dihubungi melalui Whatsapp di nomor 08218824****, tidak dapat memberikan tanggapannya.

Pewarta: Zulfan | Editor: Redaksi

Pos terkait