Ternate, aksaranews.com – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) dan Cipayung di Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa di RSUD Chasan Boisoirie (CB) Ternate.
Aksi tersebut menuntut Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, agar serius memperhatikan sejumlah persoalan yang melilit rumah sakit tersebut.
Massa aksi pun meminta segera mencabut Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan mengembalikan Rumah Sakit Chasan Boesoirie di bawah pengelolaan dan manajerial Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 16.00 WIT, dengan jumlah massa sekira 80 orang, Senin (8/5/2023).
Koordinator aksi, Isnain N. Bailussy, mengatakan, pihak rumah sakit harus segera menuntaskan utang obat, alat kesehatan, dan pengadaan lainnya.
Utang tersebut disebutkan Isnain terdapat pada 65 vendor atau perusahaan.
“Kita juga minta segera tuntaskan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tenaga kesehatan yang berkisar 900 orang tahun anggaran 2020 hingga 2023,” kata Isnain Bailussy.
Isnain juga meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kajati Malut) segera memanggil dan memeriksa Kepala Farmasi RSUD CB terkait utang tersebut.
“Kami menduga kuat, utang tersebut merupakan motif kejahatan tindak pidana korupsi,” bebernya.
Semantara itu, yang tergabung dalam gerakan aliansi OKP bersatu ini, terdiri dari KNPI, HMI, IMM, PMII, GMNI, GMKI, dan GPM.
Pewarta: Sadan Pattisahusiwa













