Oknum Polisi dan mantan anggota TNI diringkus Satresnarkoba Polres Bantaeng

  • Whatsapp
Ilustrasi

Bantaeng, aksaranews.com – Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meringkus oknum polisi (Aktif) yang berdinas di Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng dan mantan Anggota TNI serta, satu orang warga sipil atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Demikian seperti yang dibenarkan oleh Paur Humas Polres Bantaeng, Aipda Syamsuddin Latif, bahwa pihaknya telah mengamankan tiga pelaku beserta barang bukti.

Bacaan Lainnya

“Bahwa memang benar telah ditangkap tiga pelaku dan salah satunya oknum anggota Polres Bantaeng karena terlibat kasus narkoba,” Ucap Aipda Syamsuddin Latif saat ditemui diruang kerjanya. Senin(03/05/2021).

Diketahui, oknum polisi yang ditangkap terkait kasus narkoba ini berinisial A diduga memiliki keterlibatan dalam sindikat narkoba. Inisial A ditangkap dikediaman HR yang merupakan mantan anggota TNI Pecatan di Jalan Tinumbu, Kelurahan Letta, Kabupaten Bantaeng, Selasa 27 April 2021 beberapa hari yang lalu, sekitar pukul 22.53 wita malam.

Lebih lanjut ia katakan bahwa Penangkapan itu berdasarkan laporan warga mengenai adanya dugaan kegiatan penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh oknum yang berinisial R (20). Kemudian petugas berhasil mengamankan R.

“Kemudian Tim Sat Narkoba Polres Bantaeng yang dipimpin oleh Kasat Narkoba AKP Amin Juraid, SH, langsung menuju di kediaman HR yang merupakan mantan anggota TNI Pecatan,” kata Aipda Syamsuddin.

Dari tangan HR, polisi menyita barang bukti berupa 4 saset sabu, serta beberapa alat isap. Kepada polisi, R kemudian mengaku membeli sabu tersebut dari HR. Inisial A yang merupakan oknum anggota polisi aktif juga.

“Dari hasil laboratorium pengecekan urine, ketiga orang ini semuanya dinyatakan positif mengandung amphetamine atau methamphetamin atau sabu,” ujarnya.

Turut diterangkannya pula jika, kasus dugaan penyalahgunan narkoba tersebut saat ini dalam pemeriksaan guna proses hukum dan sanksi kode etik.

“Terkait inisial A yang merupakan polisi aktif, sudah ditangani oleh Provost Polres Bantaeng, guna menjalani proses hukum dan pemeriksaan sansi kode etik”, terangnya.

Selanjutnya, tersangka inisial A dikenakan pasal 114 ayat (2)subs, pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Tersangka HR di kenakan pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun penjara dan tersangka R dikenakan pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun penjara.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait