aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Oknum Kades Mamampang diduga selewengkan Dana Desa Tahun 2020

Ilustrasi

Bantaeng, aksaranews.com Salah satu oknum Kades Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sul-sel) diduga kuat menyelewengkan anggaran Dana Desa.

Dugaan itu didasari dengan bukti melalui hasil audit Inspektorat Bantaeng yang dilakukan oknum kades tersebut, terkait anggaran program pagar yang di alokasikan dari Dana Desa tahun 2020

“Sudah jelas ini bagian dari korupsi pak, karena realisasi anggaran tersebut tidak sesuai perencanaan. Meski ada beberapa sudah dikerjakan,” beber salah satu aktivis muda yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di salah satu cafe, Kamis (13/01/2022) kemarin.

Menurut dia, dengan adanya temuan seperti ini tentunya pihak terkait harus segera melakukan penindakan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Saya minta ini harus segera lakukan penindakan baik melalui Inspektorat maupun pihak APH. Walaupun sudah dilakukan pengembalian,” tegas dia.

Terpisah, kepala Inspektorat Daerah Bantaeng Dr. Muh Rivai Nur, SH.M.Si bersama Auditor Madya, Karuddin SE.MM,. terkait dugaan penyelewengan anggaran tahun 2020 membenarkan bahwa memang ada pengembalian.

Kata dia, temuan tersebut merujuk pada LPJ yang ia lampirkan pada porgam pagar tahun 2020. Kemudian pihaknya memeriksanya dan melakukan audit dilapangan, ternyata beda apa yang disampaikan LPJ dan Perencanaan yang ia lampirkan.

“Maka dari itu, berdasarkan hasil pemeriksaan khusus (Riskus) Inspektorat menemukan adanya dugaan penyelewengan anggaran sebesar kurang lebih Rp 100 juta, Dan itu sudah disetor. Cuman belum melaporkan bukti setoron transaksi tersebut Kepada Inspektorat,” beber Rivai Nur di ruang kerjanya, (13/01/2022) kemarin.

Rivai juga menambahkan, bahwa tentunya pihaknya berharap agar Pemerintah Desa hati-hati dalam mengelolah anggaran desa agar tidak seperti demikian.

“Karena kalau dari perencanaan saja sudah kacau, maka hasil pekerjaan pun tidak beres, maka itu akan menjadi temuan dan bisa saja berujung tindak pidana korupsi “, ungkapnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.