Nakes Terpapar Corona, Pemkab Bantaeng Lakukan Contact Tracing

AKSARA, Bantaeng – Gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui juru bicara dr. Andi Ihsan menyampaikan data terkini jumlah kasus positif Covid-19, Senin (06/07/2020).

Dalam konferensi pers, dr. ihsan memastikan ada 11 tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bantaeng Positif Corona. Mereka teregistrasi dalam daftar registrasi secara nasional.

Bacaan Lainnya

Ke-11 pasien itu merupakan pasien ke-63.932 hingga 63.942 dalam registrasi nasional. Semuanya memiliki kode Inocovid#63932 sampai Inocovid#63942.

“Kami secara transparan mengumumkan setelah mendapat registrasi nasional jika jumlah positif Corona di Bantaeng bertambah 11 orang,” ujar dr. Andi Ihsan.

Kata dr. Andi Ihsan, saat ini pihaknya telah melakukan proses tracing yakni sebanyak 81 orang untuk Nakes di RSUD. Selain itu, contact tracing untuk keluarga pasien sebanyak 25 orang. Untuk Proses contact tracing terus dilakukan untuk mengecek semua warga yang teridentifikasi.

“Saat ini juga kami sudah lakukan contact tracing untuk 30 Nakes di puskesmas kota. Hari ini kita swab test, karena peralatan swab baru tersedia hari ini,” tambah Andi Ihsan.

Sementara itu Bupati Bantaeng DR Ilham Azikin menyampaikan, dari tiga kasus positif Corona yang ditangani di RSUD Bantaeng, melalui tim gugus tugas melakukan swab test sebanyak 81 tenaga kesehatan. Dari jumlah itu sekitar 12 persen tenaga kesehatan dinyatakan positif Corona.

“Saat ini kami  masih menunggu angka register dari tim gugus tugas Provinsi dan Pusat, hingga saat dari kami belum bisa pastikan angkanya,” Ucap Bupati Ilham Azikin.

Ilham menambahkan bahwa, saat ini kita sedang menunggu registrasi dari tim gugus pusat denga tujuan untuk mempermudah proses pendataan. Dan nantinya, proses rilis juga harus sesuai petunjuk dari tim gugus pusat berupa angka registrasi pasien.

“Dirinya juga mengimbau kepada pasien RSUD Bantaeng, tetap jujur kepada tenaga kesehatan, sebab ini adalah salah satu upaya untuk menjaga keselamatan kita bersama,” tegas Bupati Ilham Selaku Ketua Gugus Covid-19 Bantaeng.

Disamping itu Direktur RSUD Bantaeng, dr Sultan juga membantah jika RSUD Bantaeng kecolongan sehingga ada tenaga kesehatan yang terpapar Corona.

Dia mengatakan, pada dasarnya kebutuhan APD untuk Nakes di Bantaeng itu jauh lebih dari cukup. Karena yang digunakan Nakes di Bantaeng adalah APD dengan tingkat keamanan level lima.

Sultan mengakui, bahwa saat ini RSUD Makkatuttu Bantaeng masih menjadi rumah sakit yang diandalkan untuk wilayah selatan Sulsel. Oleh karena itu, keberadaan rumah sakit ini akan menjadi rujukan untuk warga tetangga dari luar Bantaeng.

Pewarta: Ramli │ Editor: Redaksi

Pos terkait