Bolmong, Aksaranews.com – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi melaksanakan Safari Ramadan dengan mengunjungi desa-desa terpencil dan wilayah perbatasan di Kabupaten Bolmong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempererat silaturahmi sekaligus memastikan pelayanan dasar tetap berjalan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Safari Ramadan tersebut difokuskan pada desa-desa yang berada jauh dari pusat kecamatan maupun ibu kota kabupaten. Yusra menyebut, keterbatasan waktu membuat kunjungan belum bisa menjangkau seluruh desa dan kelurahan yang berjumlah lebih dari 200.
“Ramadan ini kami prioritaskan desa-desa perbatasan dan terpencil. Wilayah kita luas, sehingga perlu perhatian khusus agar pembangunan lebih merata,” ujar Yusra dalam sambutannya di Desa Mengkang Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow pada Rabu, (25/2/2026).
Selain bersilaturahmi dengan masyarakat Mengkang, Yusra juga meninjau langsung kondisi infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, serta potensi ekonomi warga. Ia menegaskan, di awal tahun kedua kepemimpinannya, pemetaan kondisi riil di lapangan menjadi langkah penting dalam merealisasikan visi-misi pemerintahan.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi jembatan di salah satu desa yang dilaporkan membutuhkan penanganan serius. Ia menyebut usulan pembangunan jembatan tersebut telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Sudah diusulkan ke provinsi. Mudah-mudahan jika anggaran memungkinkan bisa direalisasikan tahun depan,” katanya.
Di sektor pendidikan, Yusra menyoroti minimnya jumlah murid di sekolah terpencil serta pentingnya kedisiplinan guru. Ia meminta agar kehadiran tenaga pendidik diawasi dengan baik demi menjamin proses belajar mengajar tetap berjalan.
“Sekolah harus tetap aktif. Anak-anak di desa terpencil punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta tenaga kesehatan di polindes maupun puskesmas pembantu tetap memberikan pelayanan optimal. Sistem giliran (rolling) bagi petugas diusulkan agar tidak terjadi kekosongan layanan dalam waktu lama.
“Kita ingin masyarakat di daerah terjauh tetap merasakan pelayanan yang maksimal. Jangan sampai pelayanan kesehatan kosong berhari-hari,” ujarnya.
Yusra menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang merata di seluruh wilayah Bolmong, meski dihadapkan pada tantangan geografis yang cukup berat.
“Bahagia tidak harus di tempat ramai. Di desa terpencil pun kita bisa merasakan keberkahan Ramadan,” tutupnya. (Joe/Aksara)













