Boltim, aksaranews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melaksanakan acara Camping Pilkada Ramah Lingkungan di Pantai Batu Buaya Resort, Nuangan, pada Kamis, (19/9/2024).
Acara ini bukan hanya bertujuan untuk sosialisasi dan mempersiapkan teknis pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, namun juga sebagai upaya untuk menciptakan Pilkada yang ramah lingkungan, sesuai dengan konsep yang digagas oleh KPU Sulawesi Utara.
Ketua KPU Boltim Rusmin Mamonto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengampanyekan Pilkada yang tidak hanya berfokus pada partisipasi pemilih, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
“Kami berharap, sekembalinya teman-teman yang hadir di sini, bisa bersama-sama dengan KPU untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasinya bukan hanya mengajak masyarakat untuk datang memilih pada tanggal 27 November, namun juga bagaimana kita bisa melaksanakan Pilkada yang ramah lingkungan,” jelas Rusmin Mamonto.
Lebih lanjut, Rusmin juga mengimbau para peserta, yang terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), untuk aktif mengajak masyarakat berpartisipasi tidak hanya dalam pemilihan, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan selama tahapan Pilkada.
“Saya berharap teman-teman PPK dan PPS bisa mengikuti konsep ini sehingga Pilkada Ramah Lingkungan benar-benar bisa kita wujudkan bersama,” tambah Rusmin saat membuka Camping Pilkada yang digelar selama dua hari.
Sebagai daerah perintis Pilkada Ramah Lingkungan di Indonesia, Boltim menjadi salah satu dari 14 Kabupaten/kota di Sulut yang gencar mengkampanyekan Pilkada ramah lingkungan.
KPU Boltim berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat ikut menyebarkan pesan pentingnya menjaga lingkungan dalam setiap tahapan Pilkada, sehingga konsep ramah lingkungan dapat diintegrasikan dalam setiap kegiatan politik.
Dalam acara tersebut, Anggota KPU Sulut Awaluddin Umbola, menjelaskan tentang gagasan inovatif terkait Pilkada Ramah Lingkungan sebagai upaya mendekatkan pemilu ke masyarakat, terutama generasi milenial dan Gen-Z.
Menurut Umbola, mayoritas pemilih dari generasi tersebut, yang mencapai 90%, memiliki ketertarikan pada isu-isu lingkungan, termasuk pemilahan sampah dan pelaksanaan pemilu yang ramah lingkungan.
“Inisiatif ini merupakan cara saya dan komisioner KPU Sulut untuk lebih mendekatkan pemilu kepada lapisan masyarakat. Kami memulainya dari Wawo, Tomohon, dengan menghadirkan seluruh pegiat lingkungan di Sulawesi Utara untuk mendeklarasikan Pilkada Ramah Lingkungan,” ungkap Umbola.
“Dan Alhamdulillah, puji Tuhan, gagasan ini disambut dengan baik. Bahkan KPU Sulut mendapat panggung nasional, dan KPU RI mengapresiasi upaya kami,” sambungnya.
Lebih lanjut, Umbola menjelaskan bahwa langkah ini telah memancing perhatian KPU RI, yang didorong oleh kunjungan pegiat lingkungan ke kantor KPU pusat.
Mereka meminta agar seluruh KPU di Indonesia menerapkan konsep Pilkada Ramah Lingkungan pada proses pemilu mendatang.
“Kami di Sulawesi Utara sudah memulainya bahkan sebelum diminta oleh KPU RI,” tegas Umbola dengan bangga.
Inisiatif Pilkada Ramah Lingkungan di Sulawesi Utara ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia untuk menggabungkan kesadaran lingkungan dengan proses demokrasi, khususnya dalam Pilkada 2024 mendatang.
Adapun hadir beberapa narasumber seperti, Rahmat Hana, Ronny Buol, Marlon Kamagi, dan Muhamad Isa Ramadhan, serta para anggota PPK, PPS, dan perwakilan media massa.
Dengan adanya kegiatan ini, KPU Boltim berharap Pilkada Serentak 2024 tidak hanya berjalan sukses secara teknis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi pelaksanaan Pilkada di daerah lain.
Selain diskusi panel, Camping Pilkada Ramah Lingkungan juga menampilkan panggung puisi demokrasi yang dibawakan oleh seniman multi talenta Jamal Rahman Iroth yang juga ketua KPU Boltim periode 2018-2023, kemudian ditutup dengan penampilan Band asal Boltim, Beranda Rumah Mangga atau Braga.

(Advertorial)













