Ini Klarifikasi Terkait Isu Pjs Bupati Boltim Pindah Tempat Tinggal di Kotamobagu

Pjs Bupati Boltim bersama Istri saat dijemput secara adat beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Boltim, Aksaranews.com – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Christiano Talumepa, SH. M.Si, mengklarifikasi isu yang tersebar di media sosial soal kepindahan dirinya untuk tinggal di Kota Kotamobagu.

Terkait isu tersebut, Talumepa menegaskan bahwa, dirinya tidak pindah atau meninggalkan rumah dinas yang telah disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim sebagai tempat tinggal Pjs Bupati. Namun, hanya sekedar menginap dengan alasan tertentu.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak meninggalkan rumah dinas di desa Tutuyan tiga. Dua hari ini saya menginap di Kotamobagu dengan pertimbangan bahwa, dilingkungan rumah dinas Pjs Bupati yang ada di Tutuyan, banyak terdapat jentik-jentik nyamuk penyebab penyakit DBD (Deman Berdarah Dengue) yang kita ketahui lebih berbahaya dari pada Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) dan ini sudah ada kasus korban yang meninggal akibat DBD yang di makamkan 4 hari lalu di desa Tutuyan tiga (Baret),” tegas Talumepa, Sabtu (03/09/2020) usai menghadiri acara penyerahan bantuan bagi keluarga penerima manfaat PKH yang berlangsung di kantor Kecamatan Tutuyan siang tadi.

Lebih lanjut ia terangkan, meski telah dilakukan penyemprotan pestisida atau insektisida kimia dengan cara pengasapan atau Fogging mulai dari rumah korban yang meninggal sampai di rumah dinas, tapi nyamuk-nyamuk masih tetap ada.

“Dan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DBD saya sudah perintahkan kepala dinas kesehatan untuk melakukan Fogging. Namun sampai saat ini nyamuk-nyamuk masih tetap ada karena fogging hanya di laksanakan pada radius yang terbatas kemudian di belakang rumah dinas sekarang ini juga terdapat genangan air limbah cucian yang berbentuk kolam kecil sehingga itu yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.

Disamping itu, dirinya juga membenarkan terkait aset yang menurut isu telah dibawa ke Kotamobagu dan sudah tidak ada lagi di rumah dinas Tutuyan.

“Aset itu masih ada, tidak di angkut semua ke Kotamobagu, yang di bawah hanya kursi chitos dan itu tetap ada karena itu kan ada pertanggung jawaban oleh Bagian Umum sebentar nanti,” terangnya.

Sebelumnya, isu ini sempat membuat geram sejumlah pihak, salah satunya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, Sofyan Alhabsyi yang menyatakan bahwa tindakan Pjs Bupati tersebut menurutnya sebagai pelecehan terhadap peradaban Bolaang Mongondow (Bolmong) yang bertentangan dengan adat istiadat setempat.

“Pelecehan terhadap peradaban Bolmong ketika dijemput dengan adat saat pulang dilakukan secara diam-diam. Beliau seharusnya menunjukan sikap sebagai seorang penjabat yang merakyat dan menghargai usaha pemda dalam menyiapkan rumah serta isinya. Bukan meniggalkan tempat karena alasan yang tidak jelas,” ujar Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini dalam kolom komentar di akun Media sosial miliknya.

Tim Redaksi

Pos terkait