Imbas penganiayaan, Jun Lintong polisikan Satpol PP Manado

  • Whatsapp
Bukti Surat Laporan Polisi yang dilayangkan oleh Junaedy Lintong, SH

Manado, aksaranews.com — Tindakan anarkis dan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Satpol PP Manado kepada seorang Advokat muda Junaedy Lintong, SH di sebuah tempat hiburan malam yang ada dikawasan Megamas Manado, Minggu (18/04/2021) berujung laporan Polisi.

Laporan tersebut di layangkan oleh Junaedy Lintong selaku korban penganiayaan pada beberapa waktu yang lalu. Hal tersebut dibuktikan Lintong dengan menunjukan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dengan nomor STTLP / B / 559 / IV / 2021 / Polresta Manado.

Bacaan Lainnya

Diberitakan sebelumnya, Kali ini, Satpol PP kota Manado dibawah komando Kepala Satuan (Kasat) Yohanis Waworuntu tengah viral di Media Sosial (Medsos) akibat pemukulan yang dilakukan oleh beberapa oknum Satpol PP Manado kepada seorang advokat muda yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manguni Indonesia, Junaedy Lintong atau yang lebih akrab disapa Jun Lintong.

Pemukulan ini terjadi berawal dari penertiban jam malam yang dilakukan oleh Satpol PP Manado disalah satu tempat hiburan yang ada di kawasan Mega Mas Manado, Minggu (18/04/2021) pukul 01.15 Wita.

Pada saat penertiban itu, Jun Lintong mengatakan bahwa dirinya sedang berdialog dengan oknum Satpol PP wanita, pada saat berdialog, Jun menanyakan surat perintah dan surat perintah penyitaan namun Satpol PP wanita tersebut mengatakan tidak ada.

“Kemudian jelas saya menanyakan nama dari petugas tersebut karena di pakaian dinas petugas tidak dicantumkan nama, lalu kemudian dijawab dengan arogan oleh petugas tersebut dengan dialeg khas kota Manado, ‘Ngana sapa, kiapa ngana tanya kita pe nama’ (Anda siapa, kenapa anda ingin tahu nama saya), lalu sata katakan saya kuasa hukum dari pemilik barang yang akan disita,” tutur Jun Lintong yang juga seorang Advokat ini.

“Sesudahnya, datang sekitar 8 orang petugas Satpol PP yang langsung menarik saya sehingga saya terkapar dan mengakibatkan luka gores dan memar di bagian lutut, kemudian mereka kembali menyeret saya dan dibarengi oleh pukulan ke arah wajah tepatnya di bagian mata sebelah kiri sehingga terjadinya pendarahan dalam sehingga mengganggu penglihatan saya,” ujar Jun Lintong seperti yang tertera dalam status unggahan di Media Sosialnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manguni Indonesia Maju, Yever Saerang mengutuk keras kejadian dan tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum Satpol PP Manado.

“Saya selaku Ketua LBH Manguni Indonesia Maju bersama jajaran pengurus mengutuk keras anarkis dan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum Satpol PP Manado terhadap rekan kami, adv, Junaedy Lintong, SH.

Kami meminta kepada aparat kepolisian agar dapat mengusut tuntas perkara ini dan dapat menindak tegas oknum dari Satpol PP Manado sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Apapun alasanya, yang namanya tindakan anarkis dan penganiayaan tidak dapat dibenarkan oleh hukum,” tegas Yever Saerang.

Pewarta: Dimas | Editor: Redaksi

Pos terkait