Bantaeng, aksaranews.com — Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng mengadakan Rapat District Multi Stakeholder Forum (DMSF) Programme Youth Enterpreneur And Employment Support Services (YESS) Tahun 2022, bertempat di ruang pola kantor Bupati Bantaeng, Rabu (23/02/2022).
Bantaeng memiliki sektor pertanian yang cukup luas dan bagus, ini membuat peluang besar bagi masyarakat Bantaeng, terutama kaum milenial yang seharusnya mampu menjadi kekuatan baru bagi para petani yang telah lanjut usia. Sektor Pertanian tidak hanya memberikan kesempatan besar untuk produktifitas saja, melainkan juga merupakan kesempatan besar untuk dapat mengembangkan bisnis di bidang sektor pertanian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantaeng Abdul Wahab mewakili Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin menyampaikan, bahwa Pemda Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Multi Rapat DMSF, semoga bantuan Hibah Program YESS di Kabupaten Bantaeng Kedepannnya semakin meningkat.
“Program YESS ini, merupakan salah satu program yang berupaya untuk melahirkan wirausaha muda, di bidang pertanian. Pemerintah daerah berupaya untuk melakukan regenerasi petani, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan maupun modernisasi pertanian,” ujarnya.
Program bantuan ini merupakan proyek Internasional yang didukung oleh Internasional Fund For Agricultural Development (IFAD).
Sementara itu, Direktur Polbangtan Gowa Dr.Ir Syaifuddin,M.P mengungkapkan, bahwa semua stakeholder secara menyeluruh pada Rapat DMSF ini perlu bekerjasama dalam membangun perencanaan dan strategi yang baik demi mendukung pelaksanaan program.
“Kita perlu melibatkan stackholder secara keseluruhan karena program akan berjalan dengan baik melalui faktor penunjang yaitu bentuk komitmen daerah,” kata dia.
Karena kunci keberhasilan Program YESS ini adalah sinergitas dan keberlanjutan, yang dibantu oleh pelaksana maupun tim yang terbentuk dalam District.
“Sinergitas perlu dibentuk, melalui misal dari Disperindag dapat membantu pemasaran produk UMKM dari petani lokal di Program YESS seperti produksi telur maupun jahe merah dan lainnya, begitu juga melibatkan Instansi terkait lainnya untuk sosialisasi, pelatihan dan sertifikasi label halah produk. Mobilisasi petani milenial pada bidang sektor pertanian harus terus di bangun,” katanya.
Lanjut ia, menambahkan bahwasanya Program YESS ini muncul diharapkan menjadi model untuk pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian di Indonesia terkhusus di Bantaeng.
“Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan generasi petani di pedesaan melalui penyediaan fasilitas dan bimbingan kepada generasi tersebut untuk menjadi wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian,” pungkasnya.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













