Fakta Sehan Landjar sebelum dianiaya Alken, sempat kirim pesan ‘SOS’ ke Kapolres Kotamobagu

AKBP Irham Halid, SIK dan Sehan Landjar

Boltim, aksaranews.com – Fakta menarik terkait kasus penganiayaan yang dialami Sehan Landjar, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2010-2015 dan 2016-2021, satu per satu mulai terungkap.

Sehan Landjar yang kini mengalami luka serius dibagian hidung akibat digigit AJ alias Ali kenter, kepada wartawan, ia menceritakan kronologis peristiwa nahas yang dirinya alami pada Rabu (29/12/2021) tengah malam.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula saat Eyang, sapaan Akrab Sehan Landjar dijemput oleh seseorang yang dia kenal. Sehan pun berangkat ke Kotamobagu bersama dengan orang tersebut menggunakan mobil berbeda pada sore hari.

Dalam perjalanan menuju Kotamobagu, Eyang sempat menyadari bahwa ia dibuntuti dengan mobil yang diduga merupakan anak buah Alken menggunakan mobil berwarna merah.

Namun, tak terlintas di benaknya bahwa hal buruk bakal menimpa dirinya beberapa saat kemudian. Ia sempat mampir Sholat Ashar di Desa Purworejo, Modayag.

Tiba di sebuah rumah milik Alken di Kelurahan Tumuboi, Kota Kotamobagu, Eyang sempat bernegosiasi dengan Alken namun tak mendapatkan solusi.

Dia disekap beberapa jam sebelum dianiaya oleh Alken, pria berprofesi sebagai pengusaha tambang emas tersebut.

Selama disekap, Cerita Eyang, dirinya mulai menyadari bahwa keselamatan jiwanya terancam oleh seseorang yang dalam kondisi pengaruh minuman keras.

Saat itulah Eyang mengirim pesan WhatsApp ke Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid SIK, berharap mendapatkan pertolongan.

 

Percakapan Whatsap Sehan Landjar – Irham Halid

Sebagaimana hasil wawancara wartawan dengan Sehan Landjar di kediamannya di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kamis 30 Desember 2021. Sehan mengungkapkan isi percakapan WhatsApp dirinya dengan Kapolres Irham Halid pada Rabu malam, 29 Desember 2021.

Sehan Landjar: Assalamualaikum, Pak KaPolRes, (Emergensi) saya di rumahnya Ali utk bicarakan masalah pinjaman saya, dgn jaminan beberapa sertipikat seperti permintaannya, dan saya minta waktu sampai tgl 10/1/22 utk selesaikan, namun dia sudah mabuk berat dan ngamuk2 dan tdk ijinkan saya pulang. Mhn bantuan, saya sangat terancam. Tksh (Pukul 21.20)

Sehan Landjar: SOS (Pukul 21.29)

Sehan Landjar: Tolooong saya dia nda kasih mo balik ke BolTim (Pukul 20.33)

AKBP Irham Halid: Waalaikum slm Wr Wb … tlg kalo bs slskan baik2 (Pukul 21.46)

AKBP Irham Halid: Kita so blg ke Bg Ali, spy bs slskan baik2 (Pukul 21.46)

Sehan Landjar: Saya datang coba kasih jaminan sementara dan minta waktu sampai Tgl 10/1 22, tapi dia nda mau dan dia Sandra TDK kasih mo pulang, saya sangat terancam. (Pukul 21.51)

AKBP Irham Irham: Iya Eyang … kita pe kondisi lg kurang enak badan (Pukul 21.53)

AKBP Irham Halid: So brp hari ini ngurus mslh di Tanoyan Selatan, krna ada yg MD (Pukul 21.53)

AKBP Irham Halid: Tiap hr cuma tdr 2 sampe 3 jam (Pukul 21.53)

Sehan Landjar: Tolong Pak KaPolRes, saya dlm terancam, sekali lagi mhn Pak KaPolRes. Emergensi (Pukul 21.55)

Sehan Landjar: Tolong Pak saya, sanagat terancam (Pukul 21.58)

Sehan Landjar: Tolong Pak (Pukul 22.07)

Sehan Landjar: Pak KaPolRes sekali lagi jgn biarkan saya dlm terancam (Pukul 22.11)

AKBP Irham Halid: Iya Eyang sy merapat (Pukul 22.13)

Sehan Landjar: Tks (Pukul 22.14)

Lanjut Eyang mengatakan, beberapa saat setelah itu, Kapolres Kotamobagu dan anak buanya tiba di lokasi penyekapan. Di ssat itu insiden kekerasan fisik terhadap penyandang gelar adat ‘Tule Molantud’ ini terjadi.

Penulis/Editor: Redaksi

Pos terkait