Bantaeng, aksaranews.com — Dalam rangka peningkatan imunisasi kejar pada anak usia dini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar workshop peningkatan kapasitas koordinator, guru PAUD dan kader posyandu serta penggunaan My Village My Home (MVMH) bertempat di hotel Ahriani, Kamis (10/11/2022).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng dr. Andi Ihsan, M.Kes menyampaikan, bahwa kegiatan Workshop tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang pelaksanaan imunisasi kepada kader posyandu, guru PAUD dan sebagainya. Guna mendongkrak imunisasi kejar pada anak usia dini.
“Jadi imunisasi kejar penting untuk dilakukan guna memastikan perlindungan yang berkelanjutan terhadap anak dan masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar dr. Andi Ihsan.
Dirinya berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini, dapat memetakan masalah yang ada dan menyusun kegiatan akselerasi imunisasi kejar PAUD supaya cakupan/target minimal dapat tercapai.
“Jadi imunisasi kejar ini merupakan hal yang harus dilakukan. Untuk mencegah KLB dan PD3I di masa yang akan datang, agar kita terhindar dari penyakit tersebut,” tuturnya sembari menambahkan, bahwa dua tahun kemarin sejak 2020 dilanda Covid19, jadi sangat penting imunisasi untuk mencegah penyakit PD3I pada anak.
“Maka dari itu, kami mengimbau kepada para guru PAUD dan kader posyandu agar massif melakukan sosialisasi pada pelaksanaan imunisasi ini, agar masyarakat paham tentang pentingnya imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada anak”, pungkasnya.
Sementara itu, Pengelolah program imunisasi dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Marzuki, SKM, S.Kep, Ns., M.Kes. menyatakan, bahwa tools My Village My Home ini merupakan alat sederhana yang dapat dipakai oleh kader Posyandu dan dapat dipantau bersama-sama masyarakat lainnya.
Ia pun menerangkan, tools yang disosialisasikan kali ini merupakan uji coba (piloting) pemantauan status imunisasi anak di tingkat Puskesmas dan Posyandu/desa.
“Imunisasi anak juga menjadi perhatian perangkat desa dan tools My Village My Home dapat menjadi acuan bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi”, tukasnya.
Dirinya berharap, setelah lokakarya ini petugas Puskesmas dan kader Posyandu dapat mengidentifikasi anak yang belum lengkap imunisasinya dan dapat bersama-sama perangkat desa mensosialisasikan pentingnya imunisasi lengkap untuk anak. Imunisasi adalah hak anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua dan pemerintah untuk masa depan mereka
“Dengan harapan, ini dapat mempercepat pencapaian target dengan melakukan kerjasama antar stakeholder yang memiliki visi yang sama,” harapnya.
Sekedar diketahui, kegiatan Workshop ini didukung oleh Unicef dan Pemprov Sulsel, serta From The People OF Japan.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













