Bantaeng, aksaranews.com — Bertempat di ruang pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Unicef melalui Yayasan Gaya Celebes (YGC) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, serta From The People OF Japan, menggelar pertemuan koordinasi pelaksanaan program peningkatan imunisasi pada anak usia dini tingkat Kabupaten, Selasa (08/11/2022).
Program Dinkes Bantaeng tersebut yang menurut rencana akan dilaksanakan Desember mendatang, bertujuan untuk mendongkrak jangkauan imunisasi lanjutan atau catch-up imunisasi pada anak usia dini.
Seperti yang dijelaskan oleh, Kepala Dinkes Bantaeng, dr. Andi Ihsan, M.Kes, saat bersua dengan jurnalis aksaraews.com, bahwa pihaknya pada awal Desember nanti akan fokus menjalankan program imunisasi anak usia PAUD.
“Insya Allah akan di laksanakan pada awal bulan Desember 2022 mendatang. Jadi diperlukan strategi dan inovasi program, agar cakupan imunisasi dapat ditingkatkan. Semoga dengan dilaksanakannya program ini, dapat mendongkrak jangkauan imunisasi lanjutan melalui kerjasama dengan PAUD,” jelas dr. Andi.
Dirinya berharap, program tersebut akan terus berlanjut. Namun ia juga menyayangkan khusus program yang digagas bersama YGC hanya bisa dilaksanakan hingga tahun 2023.
“Kami berharap, program ini akan terus berlanjut, tapi sayangnya khusus untuk program bersama YGC itu, dimulai tahun ini dan berakhir tahun 2023,” tukas dr. Andi.
Disamping itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Bantaeng, dr. Armansyah mengatakan, imunisasi tersebut untuk meningkatkan kekebalan pada anak terhadap penyakit tertentu, khususnya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Dijelaskannya, PD3I ini antara lain, polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenza tipe B, campak dan tetanus.
“Jadi dengan imunisasi ini, diharapkan akan memberikan hasil perlindungan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) pada anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu, Pengelola imunisasi lintas Provinsi Sulsel, Sri Surianti, SKM, M.Kes
mengatakan, pelibatan PAUD dalam peningkatan cakupan imunisasi merupakan bentuk sinergi bersama.
Menurutnya masalah kesehatan tidak harus diselesaikan dari fasilitas dan pelayanan kesehatan.
“Kita ingin intervensi terutama dalam upaya imunisasi ini, sangat sedikit di pelayanan kesehatan. Tapi kita optimalkan peran sektor lain, seperti kader, guru PAUD dan sebagainya,” ujar Sri Surianti.
Dia pun menghimbau kepada instansi terkait sebagai pelaksana Imunisasi, bahwa komunikasi dan koordinasi yang efektif sangat diperlukan agar program tersebut bisa terlaksana dengan baik.
“Tentu kami sangat berharap kepada seluruh stakeholder, agar supaya memberikan penyegaran dan pemahaman baik kepada orang tua anak didik maupun kepada masyarakat, tentang pentingnya imunisasi,” pungkasnya.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













