Boltim, aksaranews.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memaparkan data capaian pelaksanaan intervensi spesifik atasi stunting sebanyak 12 indikator, pada kegiatan Rembuk Stunting Aksi 3 Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Boltim, Selasa (19/3/2024).
12 intervensi spesifik tersebut yaitu Rematri (remaja putri) konsumsi tablet tambah darah (TTD), Skrining anemia remaja putri, Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronik (KEK), Ibu hamil kurang energi kronik (KEK) dapat Tablet Tambah Darah, ASI Eksklusif, Balita DPT PMT, D/S, IDL, STBM, ODF, Implementasi surveilens elektronik dan Standar Posyandu.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Boltim, Sherly Robot, S.Kep., memaparkan, 12 jenis intervensi spesifik cakupan layanan esensial kesehatan yang dalam tahap pelaksanaannya sebanyak 6 intervensi yang mencapai target.
“Alhamdulillah kami Dinas Kesehatan mendapatkan 100 persen (Bumil KEK DPT PMT) berkat kerja keras kepala Puskesmas dan tim di Puskesmas. Kami Dinas Kesehatan disini hanya membacakan tapi ujung tombak dan yang ada di depan adalah Puskesmas yang melaksanakan semua Ibu Hamil KEK mendapatkan pemberian makanan tambahan,” kata Sherly Robot.

Selain itu kata Sherly, pada pemberian makanan tambahan pada Balita melebihi target dari 85 persen mencapai 100 persen. Begitu juga Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) melebihi target dari 95 persen mencapai 99 persen. Sementara Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Implementasi Surveilens Elektronik dan Standar Posyandu capaian 100 persen dari target 100 persen.
“Capaian STBM ini berkat kerjasama seluruh masyarakat Boltim yang sudah menggunakan bak sampah, air bersih, yang sudah mempunyai kesadaran yang lebih baik, sehingga penilaian ini alhamdulillah mendapatkan 100 persen,” ucap Sherly Robot.
Sherly mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah membantu dan mendukung seluruh kegiatan penanganan percepatan penurunan stunting di kabupaten boltim, sehingga capaian target Dinas Kesehatan bisa mencapai 100 persen.
Adapun, angka stunting di Kabupaten Boltim telah mengalami penurunan, yakni dari 8,34% pada 2021 menjadi 6,99% pada 2022, dan target pada 2023 hingga 2024 stunting ditargetkan turun menjadi 4%. Dinas Kesehatan pun akan mengeluarkan data capaian pelaksanaan intervensi spesifik.













