Bantaeng, aksaranews.com — Pasca libur hari raya Idul Fitri 1443 dan cuti bersama, Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin pada hari pertama masuk kerja, memantau aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatuttu Bantaeng, Senin (09/05/2022).
Bupati Ilham Azikin memantau dan berkeliling setiap bagian rumah sakit mulai dari IGD, hingga apotek. Dia, menyebut tujuan dilakukan pemantauan pasca lebaran ini, untuk mengetahui dan memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan prima.
“Sebab biasanya setelah lebaran pasien meningkat. Maka dari itu, kami mengingatkan para dokter yang bertugas agar semua pasien yang datang dilayani dengan baik, meski itu adalah pasien dari luar daerah. Tetap dilayani dengan baik tidak boleh membedakan,” kata Bupati Ilham disela-sela memantau RSUD Anwar Makkatuttu Bantaeng.
Bupati menghimbau kepada dokter agar memberikan pelayanan terbaik kepada pasien hepatitis dan pasien lainnya. Sebab sudah ada protokol penanganan yang telah dikeluarkan untuk penyakit hepatitis.
“Meski demikian, di RSUD Anwar Makkatuttu Bantaeng belum ada pasien Hepatitis. Akan tetapi kita terus-menerus bersiaga, kalaupun nantinya ada. Kita tetap mengikuti prosedur yang ada,” imbuhnya.
Setelah memastikan pelayanan berjalan dengan lancar, Bupati juga memastikan kesehatan para medis yang bertugas RSUD Anwar Makkatuttu ini.
“Sebab para dokter yang bertugas penting dipastikan kesehatannya agar dalam kondisi sehat, karena mereka akan berinteraksi dengan banyak pasien yang berbeda-beda penyakitnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati Ilham menyampaikan bahwa tidak hanya itu. Kita juga pantau ruang radiologi dan Apotik untuk memastikan stok obat tetap aman. Agar pasien terlayani dengan baik, meski pasien dari luar daerah tetap berikan pelayanan kesehatan yang baik”, ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Anwar Makkatuttu Bantaeng, dr. Sultan, menyampaikan bahwa data yang diambil dari IGD, dihari keempat pasca lebaran, jumlah pasien darurat yang masuk mencapai 59 orang.”Dari 59 orang pasien yang masuk di IGD itu, berbagai macam jenis penyakit”, kata dr.Sultan dihadapan Bupati Ilham Azikin.
Hal senada, disampaikan oleh kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng, dr. Andi Ihsan bahwa, Bantaeng sampai saat ini, Alhamdulillah masih relatif aman dari kasus hepatitis akut.
Diketahui, bahwa Dinkes Bantaeng telah menggelar briefing bersama tim untuk menguraikan berbagai langkah antisipatif. Dengan mengintruksikan 13 puskesmas di Bantaeng untuk memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice akut pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Serta langkah kedua, dengan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat dan mengupayakan pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ketiga adalah dengan menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami sindroma jaundice.
“Besar harapan dengan langkah ini, kita bisa antisipasi penyakit hepatitis akut dan sindroma jaundice serta yang lainnya,” tandasnya.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













