Manado, aksaranews.com — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bolaang Mongondow Timur, James H. D. Kinontoa, mendampingi Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, menghadiri High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Senin (23/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis awal tahun 2026 karena untuk pertama kalinya lima tim utama digabung dalam satu forum.
Kelima tim tersebut meliputi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).
Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Robert Sianipar.
Joko Supratikto menegaskan, penyatuan lima tim strategis bertujuan memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pertama kali dalam sejarah Sulut, lima tim strategis digabungkan dalam satu pertemuan. Ini diharapkan menjadi katalisator untuk menyatukan tujuan dan mengoptimalkan rencana kerja serta pencapaian target indikator utama,” ujarnya.
Dalam pengendalian inflasi, TPID mengusung strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Strategi ini diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah dengan prinsip tiga tepat, penyusunan kalender tanam, serta penguatan peran BUMD pangan sebagai offtaker dan distributor komoditas strategis.
Di sisi lain, TP2ED mendorong percepatan transmisi penurunan suku bunga Bank Indonesia ke suku bunga Dana Pihak Ketiga dan kredit.
Fokus lainnya mencakup peningkatan kredit produktif, terutama kredit investasi dan kredit modal kerja, serta realisasi investasi pada sektor unggulan daerah.
Sementara itu, TP2DD diarahkan memperkuat ekosistem digital untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi penerimaan, serta percepatan realisasi APBD dan APBN.
TPAKD berperan memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM, sedangkan KDEKS mendorong diversifikasi pertumbuhan melalui pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, dan wakaf produktif.
Dalam paparannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Sulawesi Utara menunjukkan tren positif. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (year-on-year), melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,39 persen.
Secara kumulatif, ekonomi Sulut sepanjang 2025 tumbuh 5,66 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,11 persen.
Pertemuan ini juga dihadiri seluruh kepala daerah se-Sulawesi Utara. Usai forum, pemerintah provinsi dan 15 kabupaten/kota menandatangani kerja sama optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama Bank SulutGo.
Bappeda yang tergabung dalam TP2ED memegang peran penting dalam menyusun perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang selaras dengan RPJMD. Selain itu, Bappeda berfungsi sebagai koordinator lintas sektor dan pusat data ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan daerah.
Melalui sinergi lima tim strategis dalam satu forum, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pertumbuhan pada 2026 di tengah tantangan global.













