Boltim, aksaranews,com – Pemerintah terus mendorong percepatan pengisian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) definitif di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Upaya ini dilakukan menyusul perkembangan terbaru di tahun 2026, di mana masih terdapat desa yang belum memiliki struktur pemerintahan desa yang lengkap.

Tenaga Ahli Kabupaten Boltim bidang pemerintahan desa, Slamet Umbola, mengatakan sosialisasi pengisian BPD definitif saat ini terus digencarkan.
Langkah ini dinilai penting mengingat masa jabatan BPD periode sebelumnya umumnya akan berakhir pada 2028, sementara pemilihan Sangadi (kepala desa) definitif direncanakan digelar secara serentak.
“Kita dorong agar proses pengisian BPD definitif segera dilakukan, supaya tidak terjadi kekosongan dalam pemerintahan desa,” ujar Slamet Umbola.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Kantor Camat Modayag Barat, Senin (27/4/2026), dan dihadiri Camat Modayag Barat Talawdin Agow, S.Pd, bersama para Sangadi dan perangkat desa se-Kecamatan Modayag Barat.
Dalam kesempatan itu, Slamet juga menyoroti masih adanya desa yang dipimpin oleh Penjabat Sementara (Pjs) Sangadi dalam waktu cukup lama.
“Ada desa yang hampir satu periode jabatan Sangadi definitif, tapi masih diisi oleh Pjs,” beber Umbola.
Tak hanya itu, Ia juga mengungkapkan kondisi lain di lapangan terkait kekosongan anggota BPD di sejumlah desa. Ia menyebut, desa seperti Desa Bangunan Wuwuk Timur hingga saat ini masih mengalami kekosongan anggota BPD.
“Di beberapa desa seperti Bangunan Wuwuk Timur, masih ada kekosongan anggota BPD dan cukup sulit mencari pengganti untuk mengisi posisi tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan BPD definitif sangat penting untuk menjalankan fungsi pengawasan serta memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan dengan baik.
Pemerintah berharap melalui sosialisasi ini, seluruh desa di Boltim dapat segera melengkapi struktur BPD, sehingga proses pemerintahan desa dan tahapan menuju pemilihan Sangadi definitif dapat berjalan lancar dan sesuai aturan. (End/Aksara)












