Entertainmen, aksaranews.com – Penulis buku Broken Strings, Aurelie Moeremans, meminta warganet untuk tidak menebak-nebak sosok nyata di balik karakter yang ia tuliskan dalam bukunya. Permintaan tersebut disampaikan Aurelie melalui unggahan di Threads yang mendapat ribuan suka dan komentar.
Dalam unggahannya, Aurelie menegaskan bahwa Broken Strings tidak ditulis untuk mengungkap atau menghakimi individu tertentu di dunia nyata. Ia meminta pembaca agar tidak melakukan perundungan atau penyerangan terhadap karakter dalam buku, terlebih jika hanya berdasar asumsi.
“Please.. 🤍
Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings,” tulis Aurelie membuka pesannya.
Ia menambahkan, fokus utama buku tersebut adalah pengalaman personal, luka batin, serta proses penyembuhan yang dibagikannya secara jujur, bukan untuk mencari-cari siapa tokoh di balik cerita.
“Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok,” lanjutnya.
Aurelie juga menyatakan bahwa apabila ada pihak yang merasa atau mengaku sebagai karakter tertentu, hal tersebut merupakan urusan masing-masing individu. Namun, ia mengingatkan agar publik tidak menjadikan dugaan sebagai dasar untuk menyerang.
“Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya,” tulisnya.
Di akhir unggahan, Aurelie menegaskan tujuan penulisan bukunya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan membantu pembaca yang pernah berada dalam situasi serupa.
“Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat dibully,” ujarnya.
Ia pun mengajak warganet menjaga ruang diskusi yang aman, penuh empati, dan saling menghormati.
“Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati 🤍”













