Bantaeng, aksaranews.com — Angka kasus Demam berdarah dengue atau DBD di Kabupaten Bantaeng meningkat signifikan.
Dari data yang dihimpun media ini, kasus DBD yang tersebar dari 26 Desa/Kelurahan di Bantaeng, pada Januari 2022 cukup tinggi yaitu mencapai 54 kasus.
Dengan rincian 52 kasus sudah sembuh, dan 2 kasus masih dirawat di RSUD Anwar Makatutu Bantaeng, namun angka kematian 0.
Pemerintah Bantaeng melalui Dinas Kesehatan pun menghimbau, kepada masyakarat untuk melakukan tindakan pencegahan penularan penyakit DBD.
meskipun angka tersebut tidak setinggi kasus di tahun 2021, namun Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng dr. Andi Ihsan meminta masyarakat tetap waspada.
“Peningkatannya masih seperti biasa, tidak ada peningkatan signifikan di banding awal tahun lalu dan tahun 2022 masih lebih sedikit,” kata Andi Ihsan di sela-sela giat Fogging DBD di wilayah Kelurahan Pallantikang bersama Lurah setempat, Senin (24/01/2022).
Ihsan menyebut, beberapa upaya pencegahan yang sudah dilakukan Dinkes Bantaeng diantaranya penyuluhan kesehatan tentang pencegahan DBD, sosilaisasi gerakan 3M +, penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) abatisasi dan fogging.
“Imbauan kepada warga untuk mewaspadai curah hujan yang tinggi. Mari kita sama-sama membersihkan lingkungan, membersihkan genangan air tempat perindukan jentik nyamuk DBD,” ajak Ihsan.
Sementara itu, Lurah Pallantikang Mujaddid Ridha Qudsi mengucapkan, banyak terima kasih kepada dinas kesehatan bantaeng dan puskemas kota atas kerjasamanya dalam giat Fogging dan pembagian Abate
yang dilakukan hari ini di wilayah RW lembang china tepatnya di kampung pandang.
“Tentunya saya selaku pemerintah setempat sangat senang dengan giat yang dilakukan, semoga ini dapat membantu memutus mata rantai DBD. Agar kita terhindar dari penyakit DBD,” ucapnya.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













