Samarinda, aksaranews.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya peran jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kalimantan Timur dalam mendukung pembangunan dan investasi, khususnya setelah wilayah tersebut ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu disampaikan Ossy saat memberikan arahan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Pertanahan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur di Kantor Pertanahan Kota Samarinda, Jumat (12/06/2026).
Menurut Ossy, Kalimantan Timur kini menjadi pusat perhatian pemerintah, investor, masyarakat, hingga dunia internasional. Karena itu, Kementerian ATR/BPN dituntut mampu memberikan kepastian layanan pertanahan dan tata ruang yang mendukung percepatan pembangunan.
“ATR/BPN harus terus bisa menjadi solusi atas pembangunan di Kalimantan Timur ini. Tentunya tidak mudah di tengah berbagai regulasi namun kita harus kedepankan menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan pasti,” ujar Wamen Ossy.
Ia mengingatkan bahwa pelayanan publik merupakan tugas utama Kementerian ATR/BPN. Mengacu pada arahan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, sekitar 80 persen tugas dan fungsi kementerian berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Ossy meminta seluruh jajaran terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.
“Saya meminta kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, kita lakukan inovasi-inovasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Kita cari area-area mana lagi yang kita bisa perbaiki dari sisi pelayanan kita,” ujar Wamen Ossy.
Usai memberikan arahan, Ossy meninjau langsung loket pelayanan di Kantor Pertanahan Kota Samarinda. Didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Shamy Ardian, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Samarinda, Ceto Subagiyo, ia melihat proses pelayanan yang berlangsung di kantor tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ossy juga berdialog dengan sejumlah pemohon yang sedang mengurus layanan pertanahan. Ia meminta masyarakat menyampaikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas pelayanan.
“Mohon dukungannya terus untuk kami, Kalau ada permasalahan pertanahan tak usah lewat orang lain langsung saja datang ke kantornya langsung supaya lebih mudah dimengerti daripada melalui pihak lain,” ujar Wamen Ossy di hadapan para pemohon.
Pada kunjungan tersebut, Wamen Ossy turut menyerahkan 15 sertipikat tanah kepada masyarakat. Sertipikat yang dibagikan terdiri atas sertipikat hasil Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertipikat tanah wakaf.













