Lebih parahnya lagi, kasus pencabulan yang terjadi di kecamatan Motongkad tepatnya di Desa Atoga, menurutnya sudah sangat mendesak karena pelaku mencabuli sebanyak enam orang anak di bawah umur.
“Dalam seminggu saya menerima laporan pencabulan. Kalau ini sangat urgent, karena korban anak kecil semua berjumlah enam orang, pelakunya satu orang warga Atoga, bahaya sekali,” beber Wenda, Minggu.
Ia mengatakan, pelaku pencabulan tersebut sudah diamankan pihak Polres Boltim. Sementara para korban, dirinya bersama tim berencana akan turun dan melakukan pendampingan.
“Besok kita cek semua korban, kita lakukan pendampingan,” ucap Wenda Arif sembari meminta masyarakat untuk tetap waspada terkait kekerasan seksual pada anak di bawah umur.
Wenda berpendapat, bahwa kekerasan seksual pada anak yang saat ini marak di Kabupaten Boltim merupakan tanggung jawab bersama, warga diminta lebih waspada ketika meninggalkan anaknya seorang diri di rumah.
“Kita tidak bisa hanya melihat hanya dari satu sisi, ada faktor lingkungan keluarga dan faktor ekonomi. Tapi masalahnya bukan hanya faktor ekonomi, ada yang mampu, ada juga orang terdekat bahkan keluarga,” sebutnya.
Ia menambahkan saat ini masyarakat Kabupaten Boltim perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kekerasan seksual kepada anak di bawah umur.
“Ini jadi PR kita bersama, tak perlu saling menyalahkan karena bukan tugas satu pihak saja, karena tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi, semoga edukasi dan sosialisasi dilakukan agar berkurang kasus kekerasan seksual anak,” pungkasnya.
Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi













