Kotamobagu, aksaranews.com — Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., mendampingi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., dalam kunjungan kerja sekaligus menghadiri Seminar Nasional bertema “Peran Sulawesi Sebagai Interkoneksi Indonesia Menghadapi 100 Tahun Indonesia”, Senin (7/7/2025).
Acara yang digelar di D’Rij Hotel, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari Sulawesi. Selain Wali Kota Kotamobagu, tampak pula Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, SE., yang ikut dalam rombongan Sulut.
Kegiatan ini juga menandai pembukaan Festival Budaya The Legend of Pongtiku 2, sebuah perhelatan budaya yang bertujuan mengangkat warisan sejarah dan kekayaan etnik Toraja. Beberapa tokoh nasional, termasuk Budiman Sudjatmiko, hadir dalam pembukaan tersebut.
Wali Kota Weny Gaib menyampaikan apresiasinya terhadap Gubernur Sulut atas peran aktif dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kawasan Timur Indonesia, khususnya melalui jalur udara.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulut atas lobi-lobi sehingga dibukanya rute penerbangan Manado–Toraja oleh Wings Air,” ujar Wali Kota Weny Gaib.
Rute baru ini dinilai strategis dalam memperkuat konektivitas antarprovinsi di Sulawesi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Dengan jalur penerbangan langsung tersebut, akses antarwilayah kini lebih cepat dan efisien, baik untuk sektor pemerintahan, pariwisata, maupun perdagangan.
Gubernur Sulawesi Utara, dalam paparannya di seminar, menekankan pentingnya Sulawesi sebagai simpul strategis Indonesia di masa depan.
Ia mengajak seluruh pemangku kebijakan di Sulawesi untuk memperkuat kerja sama lintas provinsi guna menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045.
Seminar tersebut menjadi ruang diskusi penting dalam merumuskan strategi pembangunan kawasan timur yang lebih terintegrasi.
Tema besar interkoneksi juga menjadi sorotan utama dalam membangun solidaritas antarwilayah dan memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur serta budaya.
Acara ditutup dengan penampilan seni budaya Toraja, sebagai pengantar dimulainya festival “The Legend of Pongtiku 2” yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.













