Terkait kekosongan kursi Golkar di DPRD Boltim, KPU: PAW hak Parpol

  • Whatsapp
Abdul Kader Bachmid Komisioner KPU Divisi Teknis (foto: ist)

Boltim, aksaranews.com Satu kursi milik Partai Golkar di DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kosong pasca wafatnya anggota DPRD Boltim Suradi Simbala pada 04 Agustus 2021 lalu.

Berdasarkan perolehan hasil suara Pileg 2019, Partai Golkar di daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Modayag Barat, Modayag dan Mooat, meraup dua kursi dengan perolehan suara sah sebanyak 2.998 suara.

Bacaan Lainnya

Almarhum Suradi Simbala menjadi ‘penyumbang’ suara terbesar partai Golkar di Dapil II, disusul Edsyuko Tendean dengan 584 suara.

Berdasarkan data resmi dari KPU Boltim, setelah Edsyuko Tendean, dua nama politisi senior berada pada peringkat ketiga dan keempat dalam perolehan suara partai tersebut di Dapil II.

Posisi ketiga ditempati Sunardy Soemanta dengan perolehan 515 suara dan posisi keempat Rael Agow 342 suara.

Jika merujuk pada perolehan tersebut. Maka dapat ditebak pengisi kursi kosong Partai Golkar di DPRD Boltim untuk pengganti antar waktu terhadap Almarhum Suradi Simbala ialah Sunardy Soemanta.

Soenardy merupakan politisi senior yang pernah menjadi Ketua DPRD Bolmong sebelum pemekaran dan anggota DPRD Provinsi Sulut.

Om Ding, sapaan Soenardy, pertama kali duduk di kursi parlemen Kabupaten Bolmong pada tahun 1982.

Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Boltim berpasangan dengan Merlyn Budiman pada Pilkada Boltim 2010.

Perolehan suara Partai Golkar dapil II Kabupaten Boltim (Doc: KPU Boltim)

Komisioner KPU Divisi Teknis Abdul Kader Bachmid mengatakan, pergantian antar waktu (PAW) merupakan hak dan kewenangan Partai Politik di parlemen.

Jika ada kekosongan kursi maka partai mengusulkan ke DPRD dan kemudian meminta ke KPU untuk menyerahkan hasil pemilihan legislatif tahun 2019.

“KPU akan melakukan pleno untuk menentukan suara terbanyak berikutnya saat pileg kemarin. Tentu harus suara terbanyak berikutnya, dan harus terpenuhi semua kriteria, dan kembali lagi kewenangan partai, sesuai AD ART parpol,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kader menyebut KPU akan menjamin segala hak konstitusi semua kontestan yang mengikuti pileg 2019 lalu.

“Kami di KPU menjamin hak konstitusi semua kontestan pemilu 2019, Selama partai tidak mengusulkan maka tidak ada PAW. Kami tinggal menunggu, kalau tidak ada PAW kerugian bagi Parpol,” tutup Kader Bachmid.

Terpisah, pemerhati politik Boltim, Ismail Mokodompit, menyebut jika PAW nanti adalah Soenardy Sumanta maka Ismail menilai keberadaan Om Ding sapaan Soenardy di DPRD Boltim kelak dapat memberi warna tersendiri.

“Beliau adalah politisi senior yang cukup populis. Sepak terjangnya di dunia politik tidak diragukan lagi, beliau juga sosok yang mampu memberi sumbangsi bagi pembangunan di daerah,” sebut Ismail.

Lanjut dikatakan bahwa Om Ding merupakan salah satu tokoh politik BMR yang terlibat aktif dalam proses pemekaran Kabupaten Boltim lalu.

“Sebagai politisi senior yang sudah puluhan tahun pernah menduduki kursi DPRD, saya yakin Om Ding bisa menunjukkan kerja dan karya maksimal untuk daerah,” pungkas Ismail.

Hingga berita ini dipublish upaya konfirmasi ke Ketua Golkar Boltim Rolia Mamonto belum mendapat jawaban, namun jurnalis aksaranews.com akan berupaya menghubunginya dilain waktu.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait