Boltim, aksaranews.com — Ratusan warga di Dusun I, Desa Motongkad Selatan, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengalami krisis air bersih.
Padahal di Desa tersebut diketahui telah ada perluasan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) di Motongkad Selatan maupun Desa Atoga yang dibangun oleh Pemerintah Boltim melalui Dinas Pekerjaan Umum pada 2019 silam.
Sambungan Instalasi pengolahan Air Motongkad Induk menuju Motongkad Selatan yang dibangun sepanjang 5.825 meter, dan dari Desa Atoga menuju Motongkad Selatan, panjangnya sekitar 3510 meter memakan biaya Rp17 miliar.
Namun hal itu berbeda di lapangan. Sejak tahun 2020 warga yang bermukim di area biskam (basecamp-red) tidak lagi menikmati sistem pengolahan air minum (SPAM) atau air bersih.
Manurut Yandri Kaemong warga setempat mengatakan, sejak SPAM terpasang di Desa hanya berlangsung dua bulan namun setelah itu tidak lagi mengalir.
“SPAM sejak jadi hanya selama 2 bulan, setelah itu sudah tidak ada air lagi yang mengalir,” ungkap Yandri Kaemong.
Yandri menyebut jika memerlukan air bersih ia akan mengambilnya di kampung sebelah dengan menggunakan kendaraan beroda dua, kurang lebih 1 KM jaraknya.
“Air bersih atau air kran kita ambil di SMK N 1 Motongkad, Kalau untuk mandi ambil di sumur, meski begitu air sumur masih terasa bergaram,” ucapnya.
Senada dikatakan Nonce Amale. Ia mengungkapkan pernah mengambil air SPAM yang jalurnya dari Desa Motongkad Selatan namun pernah berbau.
“Pernah hingga seminggu kita tidak gunakan air yang mengalir karena bau. Kalau untuk mandi ambil di sumur,” pungas Nonce menambahkan nanti ini air jalan lagi, biasanya tidak ada sama skali. hampir setahun sudah.
Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi













