SPNF SKB Boltim target dua ribu peserta pendidikan kesetaraan paket gratis

Anton Paputungan, Kepala SPNF SKB Tutuyan (Foto aksaranews.com/Riswan Hulalata)
banner 120x600

Boltim, aksaranews.com Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menargetkan dua ribu peserta didik gratis pada tahun ajaran 2022/2023 mendatang.

Dua ribu peserta didik dibagi menjadi dua wilayah kerja, seribu peserta didik untuk wilayah pesisir SPNF SKB Tutuyan dan seribu peserta didik untuk wilayah pegunungan SPNF SKB Modayag.

Kepala SPNF SKB Tutuyan Anton Paputungan menyampaikan, program kesetaraan bagi warga yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal tersebut merupakan visi misi Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto.

“Kami siap sukseskan program Bupati, dengan mulai pendataan di desa bagi warga yang putus sekolah, Kami akan ajak mereka untuk ikut serta pada program kesetaraan paket A, B dan paket C,” kata Anton Paputungan, Kamis (26/05/2022).

Menurutnya, dengan adanya program dari Bupati Sam Sachrul Mamonto, Anton meyakini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Boltim nantinya akan mengalami peningkatan yang signifikan.

“Saya harap program Pak Bupati Sam Sachrul Mamonto berjalan sesuai harapan demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Boltim,” terang Anton.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal, Harianto Mamonto mengatakan, program kesetaraan paket B dan C di Kabupaten Boltim adalah strategi dalam pengentasan putus sekolah.

Program bupati Sam Sachrul Mamonto ini kata dia semata-mata untuk memperbaiki dan meningkatkan sumber daya manusia dari tahun-tahun sebelumnya.

“Program ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya, agar meningkat lagi program kesetaraan bagi masyarakat yang belum mengecap pendidikan karena faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor keluarga, hingga faktor pindah daerah,” kata Harianto.

Harianto yang pernah menjadi guru tutor paket B dan C ini menambahkan, nantinya pihak PNFI akan menyurat ke seluruh Sangadi (Kepala Desa) untuk membantu mensosialisasikan program kesetaraan paket sesuai target 2000 peserta didik.

“Intinya progam ini untuk peningkatan sumber daya manusia. Harapannya target yang kita capai harus berhasil, agar bermanfaat bagi masyarakat, sehingga bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia,” pungkasnya.

Untuk mendukung program 2000 peserta didik pendidikan non formal kesetaraan paket, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii telah menyiapkan anggaran kurang lebih sebesar 7 miliar rupiah.

Anggaran tersebut kata Yusri, diperuntukkan sepenuhnya untuk peserta didik dan guru tutor selama masa tahun ajaran 2022/2023, baik untuk biaya transportasi, tutorial maupun monitoring.

“Ini program pak Bupati Sam Sachrul Mamonto, tujuannya untuk merangsang semangat peserta didik yang mau ikut program kesetaraan paket B dan paket C, agar mereka lebih aktif lagi mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah tempat mereka belajar,” ujar Yusri Damopolii.

Pewarta: Riswan │ Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.