Bantaeng, aksaranews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (22/02/2022) sore tadi melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di sekitar pantai Seruni.
Tumpukan sampah tersebut diduga akibat terbawa arus ombak ke tepi pantai dan meluapnya sungai yang disebabkan oleh curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini.
Pemkab Bantaeng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantaeng, Nasir Awing menjelaskan, tak hanya di tepi pantai sampah berserakan, namun dibeberapa titik didekat pemukiman warga juga terdapat tumpukan sampah yang terbawa oleh aliran sungai-sungai besar di Bantaeng.
“Biasanya sampah terbawa arus ombak dan sungai besar dari tangga-tangga, sungai Lembang Cina dan sungai lembang,” jelas Nasir Awing kepada aksaranews.com saat dikonfirmasi Via Whatsapp baru-baru ini.
Dari hasil pantauan aksaranews.com, selain ranting-ranting pohon yang patah terbawa arus ombak dan aliran sungai hingga menumpuk di pesisir pantai seruni dan didekat pemukiman warga, Tampak sampah jenis anorganik seperti, plastik minuman kemasan, kantongan plastik, kaleng bekas, juga terdapat dalam tumpukan sampah tersebut.
Menanggapi hal itu, Nasir Awing menerangkan bahwa, pihaknya sudah menggerakkan seluruh anggota untuk melakukan pembersihan sektor pesisir pantai dan berkoordinasi dengan pihak lain yang terkait.
Kendati demikian, cuaca tak kunjung stabil, sampah pun masih terus berdatangan meski sudah dibersihkan.
“Sampah organik yang terbawa arus ombak sudah dibersihkan, namun karena curah hujan terus menerus, akhirnya sampah berdatangan lagi,” terangnya.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah pesisir, agar dapat membuang sampah pada tempatnya. Sebab menurutnya, hal ini demi kebaikan bersama.
“Sebab kami sudah sediakan tempat khusus pembuangan sampah di beberapa titik. Semoga dengan himbauan ini masyarakat dapat menyadarinya, agar tidak terjadi lagi hal yang sama, sampah berserakan. Ini demi kebaikan kita bersama,” tandasnya.
Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi













