Rawan konflik, bencana dan tingkat partisipasi rendah, ini yang dilakukan KPU Boltim

Desa Molobog bersatu menjadi lokasi pertama Sosialisasi KPU untuk pendidikan pemilih pada daerah partisipasi rendah daerah pelanggaran pemilu tinggi/dan rawan konflik/bencana di Kabupaten Boltim (Foto: Riswan Hulalata)

Boltim, aksaranews.com Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 usai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai melakukan kegiatan pendidikan pemilih.

Bertempat di Pantai Literasi, Desa Molobog, Kecamatan Motongkad, Jumat (08/10/2021), KPU Boltim menggelar sosialisasi pemilih di daerah yang tingkat partisipasinya rendah, daerah rawan bencana maupun daerah yang rawan konflik.

“Hari ini sosialisasi pasca Pilkada tahun 2020, KPU melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih yang terbagi beberapa segmen. Pendidikan pemilih dikhususkan untuk daerah yang tingkat partisipasinya rendah, daerah rawan bencana maupun rawan konflik,” ucap Terry F. Suoth.

Terry mengatakan dipilihnya Desa Molobog bersatu dalam sosialisasi pendidikan pemilih kali ini karena daerah tersebut memiliki potensi rawan bencana, konflik dan tingkat partisipasi rendah.

“Jadi karena hal tersebut kita melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih disini,” ujar Terry Selaku ketua divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Boltim.

Terry menambahkan, target sosialisasi selanjutnya untuk pendidikan pemilih akan dijadwalkan di daerah yang tingkat pelanggaran pemilu tinggi maupun daerah rawan bencana dan rawan konflik.

“Setelah ini kita akan menjadwalkan sosialisasi pendidikan pemilih di daerah yang tingkat pelanggaran pemilu maupun daerah yang rawan bencana dan rawan konflik,” sebutnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Boltim Adchilny Abukasim menyampaikan, dalam penyelenggaraan Pemilu kedepan, perlu memperhatikan banyak hal, termasuk tingkat kerawanan yang ada di Desa-desa.

“Hal ini guna menghindari ragam kesalahan dan memininalisir kurangnya partisipasi pemilih,” ujar Adchilny Abukasim selaku ketua Divisi Data KPU Boltim.

Terpisah, anggota Bawaslu Boltim Hariyanto, SE, ME., usai memberikan materi kepada masyarakat Desa Molobog menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPU Boltim yang memberikan ruang bagi sesama penyelenggara.

“Kami secara kelembagaan mendukung apa yang dilakukan oleh rekan sesama penyelenggara KPU dan kami berterimakasih diberikan ruang untuk menjadi salah satu narasumber,” ujar Hariyanto.

Terkait sosialisasi kata Hariyanto, bicara soal kerawanan memang Molobog memiliki tiga aspek kerawanan yang terungkap. Pertama soal rawan bencana, kedua kerawanan jumlah partisipasi pemilih yang rendah dan ketiga kerawanan terkait tata cara prosedur di TPS.

“Karena banyak surat suara yang rusak lalu disini. Sehingga di kesempatan ini kami pikir ini langkah baik yang dilakukan KPU dalam menatap Pemilu 2024 sudah dari sekarang sudah dilakukan dan Bawaslu mengapresiasi itu,” pungkasnya.

Pewarta: Riswan │ Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"