Boltim  

PKB Boltim Siap Tancap Gas Pasca Restrukturisasi

Oplus_0

Boltim, aksaranews.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) resmi memiliki kepengurusan baru.

Melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Goba Molunow, Kecamatan Mooat, Kamis (7/8/2025), jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Utara menetapkan Uan Lahati sebagai Ketua DPC PKB Boltim menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dinyatakan demisioner.

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., yang juga Bupati Bolaang Mongondow.

Turut hadir Sekretaris DPW PKB Sulut, Sarhan Antili; Wakil Ketua DPW PKB Sulut, dr. Weny Gaib, Sp.M., yang juga Wali Kota Kotamobagu; serta Ketua PKB Kotamobagu, Yusran Debby Mokolanut, S.Ag., M.Si., yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kotamobagu.

Selain menetapkan Uan Lahati sebagai ketua, rapat juga memilih Maryam Batalipu sebagai sekretaris dan Azkabul Agow sebagai bendahara.

Struktur ini menjadi tulang punggung PKB Boltim untuk menjalankan strategi politik lima tahun ke depan.

“PKB punya peran penting sejak Boltim terbentuk pada 2008. Walau pada Pemilu 2024 kita tidak memperoleh kursi, itu bukan akhir cerita. Justru saatnya kita evaluasi dan membangun kekuatan baru,” ujar Yusra Alhabsyi.

Pernyataan itu mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPW PKB Sulut, Wenny Gaib. Ia menegaskan pentingnya kerja kolektif dan terarah di tubuh partai.

“Prinsip kami tetap: santai, serius, dan sukses. Kami dukung penuh langkah PKB Boltim,” katanya.

Struktur baru PKB Boltim juga diwarnai kehadiran sejumlah tokoh lokal.

Di Dewan Mustasyar tercatat nama Kiyai Kusdi Ismail dan Ismail Janu. Dewan Syurah diisi Sofyan Alhabsy dan Meyske Kansil, Ketua Syarikat Tani Boltim.

Sementara di Dewan Tanfidz bergabung wartawan sekaligus aktivis Ahmad Ishak (Mat Jabrik), pengusaha muda Faisal Antili, mantan anggota Bawaslu Soesanto Mamonto, serta tokoh akar rumput seperti Hendra Mamonto dan Zulkifli Malangi.

Uan Lahati, dalam pidato perdananya, menegaskan siap bekerja untuk membesarkan PKB Boltim.

“Ini bukan soal jabatan, ini soal tanggung jawab. Kami ingin PKB hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan aspirasi, dan membangun politik yang bersih serta progresif,” tegasnya.

Langkah awal yang akan diambil adalah melakukan konsolidasi struktur hingga tingkat kecamatan, memperkuat jaringan akar rumput, dan menggelar pelatihan kader.

Strategi ini disiapkan untuk menghadapi kontestasi politik 2029 dengan lebih matang.

DPW PKB Sulut menegaskan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru ini.

Targetnya, PKB Boltim tidak sekadar menjadi pelengkap politik, tetapi motor penggerak perubahan di daerah.

“Kita hadapi 2029 dengan strategi matang, kader kuat, dan jaringan luas,” tandas Yusra.

Restrukturisasi ini menjadi bukti adaptasi PKB Boltim pasca Pemilu 2024. Bagi mereka, politik bukan hanya soal perolehan kursi, tetapi kesinambungan perjuangan demi kepentingan masyarakat.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"