Puluhan pengurus KONI Boalemo mundur “berjamaah”, ada apa?

Istimewa

Boalemo, Aksaranews.com – Puluhan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo Periode 2022-2026, malai dari Wakil Ketua, Sekretaris, beberapa Kepala Bidang hingga para anggota menyatakan mundur dari kepengurusan organisasi.

Hal ini menyusul dengan ketidakpedulian Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo yang dinilai bersikap acuh tak acuh bahkan seakan menutup mata dan berpura-pura bisu terhadap upaya pengembangan potensi atlet-atlet di berbagai Cabang Olahraga (Cabor) untuk mewakili daerah dalam Pekan Olahraga Provinsi (Perprov) Gorontalo yang akan diselenggarakan pada 5-11 Desember 2022 mendatang.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun Aksaranews.com, bahwa pihak Penjabat Bupati dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Boalemo, enggan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Selain itu, anggaran yang akan diberikan Pemda Sekitar Rp 100 jutaan bagi sekitar 220 atlet, pelatih, hingga official, hingga kini tak kunjung terealisasi.

Sekretaris KONI Boalemo, Sofyan Panigoro, mengungkapkan bahwa pihaknya kecewa dengan Pemda Boalemo yang seolah tidak peduli. Padahal para atlet sudah siap mewakili Daerah dan begitu semangat menyambut Cabor.

“Bahwa, kegiatan Porprov ini membawa nama Daerah Boalemo, bukan membawa nama individu, jadi buka mata sedikitlah Pemerintah,” ungkap Sofyan, Sabtu (05/11/2022).

Ditegaskannya, pengunduran diri 27 pengurus bersama anggota lain termasuk dirinya, murni atas keputusan masing-masing tanpa ada paksaan dari siapapun. Munurutnya, tindakan dan keputusan tersebut merupakan protes keras atas ketidakpuasan terhadap sikap Pemda Boalemo yang sarat pembiaran.

“Kami dengan sadar menyatakan mundur dari kepengurusan KONI Boalemo. Ini biar Pemerintah sadar, berjuang untuk daerah itu tidak setengah-setengah. Yang namanya berjuang untuk kepentingan diri sendiri, itu jauh dari kami,” jelasnya tegas.

Sekedar diketahui, belum lama ini, Ketua KONI Boalemo, Nanang Syawal, juga menyatakan pengunduran dirinya yang merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Pemda Boalemo. Mantan aktivis tersebut menyinggung Pemerintah Boalemo terkait danah hibah KONI tahun anggaran 2022 yang tak kunjung dicairkan.

Penulis/Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"