Boltim, aksaranews.com — Warga Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, digegerkan dengan penemuan seorang kakek yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri di perkebunan Dumatolan, Rabu (21/1/2026).
Korban diketahui bernama Ajab Mamonto (96), warga Lorong SMA Modayag, Desa Modayag II.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat tidak pulang ke rumah selama satu malam sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia oleh warga.
Personel Polsek Modayag yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
Saksi Dini Mamonto (20) menerangkan, sebelum kejadian korban tinggal bersama keluarga di Desa Modayag.
Pada malam sebelum kejadian, korban sempat tidur di kamar tengah. Namun, saat bangun sekitar pukul 06.00 Wita, korban sudah tidak berada di rumah dan diduga menuju kebun karena merasa tidak betah tanpa aktivitas.
Hingga malam hari korban tidak kunjung pulang dan keluarga melaporkan kehilangan tersebut kepada aparat desa untuk diumumkan melalui masjid.
Saksi lain, Lut Mamonto (50), menyampaikan bahwa sekitar pukul 01.00 Wita terdengar pengumuman orang hilang dari masjid desa.
Bersama aparat desa dan warga, pencarian dilakukan hingga akhirnya sekitar pukul 11.00 Wita korban ditemukan dalam keadaan tergantung di perkebunan Dumatolan.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Jenazah korban dievakuasi warga bersama personel Polsek Modayag menggunakan kantong jenazah untuk dilakukan visum di Puskesmas Modayag.
Hasil visum menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia murni karena bunuh diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain bekas lilitan tali di leher.
Polisi telah memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti berupa tas berisi tali, serta membuat laporan resmi. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.













