Boltim, aksaranews.com — Komunitas Pencinta Alam (KPA) Biosfer mempertanyakan izin operasi PT Alam Persada Kencana.
Komunitas peduli lingkungan ini mempertanyakan keberadaan PT APK terkait pengoperasian di wilayah pesisir Boltim yang bergerak di pertambangan emas yang sistemnya Alluvial Mine.
Dalam hal ini KPA Biosfer mempertanyakan kejelasan perusahaan PT APK. Biosfer menanyakan sosialisasi yang dilakukan oleh pt Apk tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan masyarakat umum hanya masyarakat khusus.
“Mereka terbuka kedalam tapi tertutup keluar untuk masyarakat umum,” ujar kelompok pencinta alam Biosfer, Jumat (18/02/2022).
Biosfer yang berlokasi di Kotabunan Bersatu Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini menyebut, dengan adanya perusahan ini bisa merusak lingkungan pesisir bibir pantai.
Dengan adanya perusahaan ini akan merusak ekosistem laut pada umumnya dan yang pernah dirawat oleh KPA Biosfer berupa penanaman terumbu karang pada tahun 2014 silam.
Sementara itu, Sanjai Gagu S.Kel, pemuda aliansi kecamatan Kotabunan mempertanyakan PT Alam Persada Kencana yang di curigai perusahan bodong.
Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan oleh PT APK tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan masyarakat umum.
“Dengan adanya perusahaan ini akan merusak lingkungan tersebut jadi sangat di sayangkan sebagian masyarakat mengiakan, kita ambil contoh perusahaan yang beroperasi di paret beberapa tahun lalu (PT MPU-Red) apa yang merekat perbuat, tidak usah memperpanjang lebar kita semua sudah tahu,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa ada beberapa stetmen dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) boltim yang juga menolak PT APK ini.
“Kemarin juga salah-satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang mongondow Timur (Boltim) mengatakan Bahwa PT APK ini d curigai sebagai perusahaan Bodong, alias tidak jelas,” tandasnya.













