Pasien RSUD Anwar Makatutu Bantaeng panik saat Gempa 7,5 SR, begini kondisi terkini

Suasana pasien RSUD Bantaeng pasca Gempa 7,5 SR melanda laut NTT hingga terasa di Kepulauan Selayar dan Kabupaten Bantaeng

Bantaeng, aksaranews.com Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 Skala Ritcer (SR) di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga terasa hingga ke Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan (Sulsel), pada pukul 10:20:22 WIB, Selasa (14/12/2021) pagi.

Akibat getaran gempa ini, sejumlah pasien yang ada di RSUD Anwar Makatutu Bantaeng, sempat mengalami kepanikan. Bahkan, pasien harus dievakuasi ke lantai 1 dan tempat yang aman guna untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Menurut Direktur RSUD Anwar Makatutu Bantaeng dr. Sultan, getaran gempa ini sempat membuat khawatir para pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Sempat panik keluarga pasien, tapi berhasil kita tenangkan,” kata dr. Sultan Kepada wartawan aksaranews.com saat ditemui disela-sela evakuasi pasien.

Sultan menjelaskan, kepanikan terutama terjadi di lantai 3 sampai lantai 8. Petugas juga membantu pasien untuk turun dan dibawa ke lokasi yang aman.

“Kita bawa melalui tangga darurat, bukan lift. Kemudian kita bawa ke luar. Kita memang utamakan yang di lantai 4 sampai 8 karena posisinya yang paling jauh,” tambahnya.

Setelah getaran gempa itu mereda, pasien pun dibawa kembali ke ruang masing-masing.

“Setelah di luar kita hitung, selanjutnya kita bawa ke ruangan masing-masing,” tutur dr. Sultan.

Dijelaskannya, tidak ada kerusakan di bangunan rumah sakit itu. Hanya getaran saja, peralatan rumah sakit tersebut, semuanya steril.

“Kerusakan bangunan tidak ada, hanya pasien tersebut, mengalami kepanikan dan itupun sudah dievakuasi dan sebagian pasien sudah kembali diruanganya masing-masing,” katanya.

Untuk saat ini, sambung Sultan, jumlah pasien yang tercatat pagi sampai saat ini sebanyak 147 org dan 17  diantarnya bayi yang baru lahir, kita juga evakuasi ditempat box bayi Inkubator supaya tetap terjaga suhunya dan oksigennya.

Terakhir ia sampaikan setelah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng Irfan Jafar untuk memastikan tidak adanya lagi gempa susulan. Sudah bolehkan aktivitas di rumah sakit sudah kembali normal.

“Alhamdulillah sudah normal kembali sekarang,” pungkasnya.

Dari pantauan media aksaranews.com dilokasi tersebut, beberapa Pasien mengalami sesak nafas akibat kepanikan getaran gempat tersebut, dan beberapa pasien juga pulang kerumahnya akibat khawatir terjadi gempa susulan.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"