Boltim  

Nahas, warga Insil meninggal di perkebunan Tutuyan usai jatuh dari tangga pohon cengkih

Korban SD meninggal dunia di lokasi perkebunan Tutuyan (Foto: Donal Paputungan)

Boltim, aksaranews.com – Nasib nahas menimpa SD (53) warga Insil Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ini tewas usai terjatuh dari tangga pohon cengkih di perkebunan Desa Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (21/11/2022) pagi.

Peristiwa bermula saat SD yang berdomisili di Desa Tutuyan ini tengah memetik daun atau buah cengkih. Apesnya pria paruh baya itu jatuh dari tangga yang dia panjat setinggi sekira 16-17 meter dan langsung meninggal dunia.

Menurut keterangan saksi, Soli Paputungan, warga desa Tadoy yang juga merupakan rekan kerja SD sebagai buruh cengkih, sekira pukul 08.40 Wita, terdengar suara korban (SD) yang berteriak memanggil nama Tuhan.

Mendengar suara teriakan itu, sontak Soli bergegas turun dari tangga pohon cengkih dan langsung mendatangi dan menghampiri korban.

“Saat itu saya sedang memetik bunga Cengkih, tiba tiba saya mendengar ada suara teriakan Allahuakbar. Jadi saya langsung turun dari tangga lalu ke tempat korban. Saat melihat korban saya langsung panik karna korban sudah dalam posisi terbaring di tanah dan sudah tidak bergerak lagi,” kata Soli Paputungan.

Soli kemudian mencari warga di sekitar lokasi tersebut untuk meminta pertolongan. Beruntung dirinya bertemu dengan salah satu warga di jalan dan langsung memberitahukan peristiwa tersebut.

Tak berselang lama, setelah mendapatkan informasi Unit Pidum Sat Reskrim Polres Boltim yang di pimpin Kanit Pidum Bripka Orlando Awon langsung mendatangi lokasi. SD kemudian di evakuasi ke Puskesmas Tutuyan.

Kanit Pidum Bripka Orlando Awon mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian nahas tersebut merupakan kecelakaan tunggal, atau terjadi atas kehendak Tuhan.

“Kejadian nahas tersebut tunggal atau kata lain memang sudah kehendak Tuhan yang maha kuasa, untuk itu, kepada kita semua,terlebih khusus kepada seluruh warga masyarakat, agar lebih menjaga keselamatan saat bekerja, dan untuk warga buruh cengkih agar lebih memperhatikan tangganya kalau sudah lapuk, tidak usah dipakai agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan bersama,” pungkasnya.

Pewarta: Riswan │Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"