Muliadi Paputungan Terpilih Aklamasi Pimpin GP Ansor Sulut 2025–2029

Muliadi Paputungan Terpilih Aklamasi Pimpin GP Ansor Sulut 2025–2029
Muliadi Paputungan menjadi calon tunggal setelah mendapat dukungan dari sembilan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Sulut. (Foto: Aksaranews.com/Riswan Hulalata)

Kotamobagu, aksaranews.comKonferensi Wilayah (Konferwil) XIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara menetapkan Muliadi Paputungan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulut periode 2025–2029.

Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam konferensi yang digelar pada Jumat (18/4/2025) dini hari, bertepatan dengan 19 Syawal 1446 H, sutanraja Hotel, kotamobagu.

Muliadi Paputungan menjadi calon tunggal setelah mendapat dukungan dari sembilan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Sulut.

Ia menggantikan Yusra Alhabsyi, yang telah memimpin organisasi kepemudaan ini selama dua periode dan dianggap berhasil membawa banyak perubahan berarti.

Dalam penyampaian visi-misinya, Muliadi menegaskan komitmennya untuk menguatkan kembali basis kaderisasi di akar rumput.

Salah satu langkah awal yang akan ia ambil adalah menghidupkan kembali aktivitas Rijalul Ansor, sayap kegiatan keagamaan di tubuh GP Ansor.

“Kita akan memperluas kepengurusan hingga ke tingkat ranting dan memastikan kader-kader terbaik bisa tampil di level nasional,” ujar Muliadi di hadapan peserta Konferwil.

Lebih jauh, Muliadi yang juga anggota DPRD Sulut dari daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya, menyampaikan ambisinya untuk meningkatkan representasi kader GP Ansor di bidang legislatif dan eksekutif.

Dirinya menargetkan penambahan jumlah kader yang duduk di kursi DPRD hingga sepuluh orang, serta memperbanyak kader yang menjabat kepala daerah.

“Kalau hari ini kita punya satu anggota DPRD provinsi, ke depan bisa sepuluh atau bahkan lebih. Kalau sekarang ada dua kepala daerah, ke depan harus bisa lima,” tegasnya.

Dalam upaya memperkuat kemandirian organisasi, Muliadi juga mengusulkan pembentukan Badan Usaha Milik Ansor.

Badan usaha ini diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan organisasi, mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal dan memperkuat ekonomi anggota.

“Kita harus mandiri. Kalau di masa Yusra Alhabsyi sudah ada bukti, Insya Allah di masa kami, kamilah yang akan menjadi bukti itu,” kata Muliadi dengan penuh keyakinan.

Selain mendapat dukungan penuh dari para peserta, Muliadi juga memperoleh diskresi khusus dari Pengurus Pusat GP Ansor.

Namun, ia tetap diwajibkan mengikuti Pendidikan Kader Nasional (PKN) sebagai syarat mutlak sebelum dikukuhkan secara resmi.

Momentum terpilihnya Muliadi ini menjadi catatan penting dalam sejarah GP Ansor Sulawesi Utara, menandai babak baru dengan semangat memperluas peran organisasi tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di sektor sosial, ekonomi, dan politik.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"